Dua Kades di TTU Ditetapkan Sebagai Tersangka Penyelewengan Dana Desa

Kompas.com - 04/04/2018, 15:09 WIB
IlustrasiKompas Ilustrasi

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), menetapkan dua orang kepala desa sebagai tersangka.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kefamenanu, Kundrat Mantolas mengatakan, dua kepala desa ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyelewengkan dana desa tahun anggaran 2016.

Dua orang kepala desa tersebut, yakni berinisial MPA ( kepala Desa Noenasi, Kecamatan Miomafo Tengah), dan YS (kepala Desa Lanaus, Kecamatan Insana Tengah).

"Dua kepala desa ini kita jadikan sebagai tersangka pada 21 Maret 2018 lalu. Hari ini kita mulai lakukan pemeriksaan terhadap mereka," kata Kundrat kepada Kompas.com, Rabu (4/4/2018).


Selain menetapkan dua kepala desa itu, lanjut Kundrat, pihaknya juga menetapkan status tersangka kepada beberapa orang, yakni mantan Sekretaris Desa Noenasi berinisial SO dan seorang suplier berinisial PK, serta suplier untuk Desa Lanaus berinisial EL.

Baca juga : Perda APBD Belum Rampung, Dana Desa Ratusan Miliar Belum Cair

Kundrat mengatakan, untuk Desa Noenasi, nilai kerugian hasil hitungan Inspektorat dan Poltek Negeri Kupang sebesar Rp 400 juta atas pekerjaan pembangunan satu ruas jalan baru, sepanjang 1.300 meter, yang dikerjakan secara swakelola.

Sedangkan untuk kepala Desa Lanaus, kata Kundrat, terlibat korupsi penyelewengan dana desa, khususnya pada proyek fisik pembangunan embung

"Secara detail, jumlah kerugian tidak begitu hapal. Yang pasti bahwa kerugiannya Rp 300 juta lebih. Hal ini sesuai perhitungan Inspektorat Kabupaten TTU dan Poltek Negeri Kupang untuk pengelolaan dana desa anggaran tahun 2016 termasuk di dalamnya silpa dana desa tahun 2015. Untuk dana desa Silpa 2015 tidak ada pertanggungjawabannya sehingga dianggap sebagai kerugian oleh Inspektorat," ungkapnya.

Baca juga : Menkeu: Desa Termiskin Akan Terima Dana Desa Paling Besar

Sampai saat ini, lanjut Kundrat, penyidik masih merasa belum perlu untuk menahan para tersangka.

"Kita lihat perkembangan ke depannya," pungkas Kundrat.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Begini Cara Petugas Memadamkan Kebakaran Lahan Gambut di Pekanbaru

Begini Cara Petugas Memadamkan Kebakaran Lahan Gambut di Pekanbaru

Regional
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris yang Berprofesi sebagai Pedagang Garam di Padang

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris yang Berprofesi sebagai Pedagang Garam di Padang

Regional
Begal Masuk Kampus Unand, 'Kalau Kau Teriak, Mati Kau'

Begal Masuk Kampus Unand, "Kalau Kau Teriak, Mati Kau"

Regional
PPP Pasrahkan soal Jatah Menteri ke Presiden Jokowi

PPP Pasrahkan soal Jatah Menteri ke Presiden Jokowi

Regional
Material Longsor Disingkirkan, Akses Jalan di Agam Bisa Dilewati

Material Longsor Disingkirkan, Akses Jalan di Agam Bisa Dilewati

Regional
Saat Diplomat Afganistan Belajar Penyelesaian Konflik dari Maluku...

Saat Diplomat Afganistan Belajar Penyelesaian Konflik dari Maluku...

Regional
Forum Komunikasi SMK Sepakat dengan Ridwan Kamil Evaluasi Sistem Pendidikan

Forum Komunikasi SMK Sepakat dengan Ridwan Kamil Evaluasi Sistem Pendidikan

Regional
Pengamat: Pejabat Daerah Tidak Perlu ke Luar Negeri kalau Tidak Ada Manfaat

Pengamat: Pejabat Daerah Tidak Perlu ke Luar Negeri kalau Tidak Ada Manfaat

Regional
PPP Buka Peluang Ketua Umum Diisi dari Luar Partai

PPP Buka Peluang Ketua Umum Diisi dari Luar Partai

Regional
6 Hari Tak Sadarkan Diri, WJ Korban Penganiayaan Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia

6 Hari Tak Sadarkan Diri, WJ Korban Penganiayaan Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia

Regional
Kebakaran Lahan di Pekanbaru Meluas, Pemadaman Sulit Dilakukan

Kebakaran Lahan di Pekanbaru Meluas, Pemadaman Sulit Dilakukan

Regional
Kata Warga Puncak Bogor soal Suhu yang Semakin Dingin, Lidah Terasa Pahit hingga Penjualan Sayur Menurun

Kata Warga Puncak Bogor soal Suhu yang Semakin Dingin, Lidah Terasa Pahit hingga Penjualan Sayur Menurun

Regional
Selain Lumpuhkan Jalan, Longsor di Agam Hancurkan Ladang dan Irigasi Warga

Selain Lumpuhkan Jalan, Longsor di Agam Hancurkan Ladang dan Irigasi Warga

Regional
Labrak Kepala Dinas Karena Tak Digaji, TKS Ini Ditangkap Polisi

Labrak Kepala Dinas Karena Tak Digaji, TKS Ini Ditangkap Polisi

Regional
Belum Beroperasi, Masjid Ikon Wisata Halal di Padang Terancam Abrasi

Belum Beroperasi, Masjid Ikon Wisata Halal di Padang Terancam Abrasi

Regional
Close Ads X