Dilaporkan karena Maki Wartawan, Wali Kota Kupang Diperiksa Polisi

Kompas.com - 04/04/2018, 13:34 WIB
Leksi Saluk (kiri) didampingi Pemimpin Redaksi Victory News melaporkan Wali Kota Kupang Jefirston R Riwu Kore ke Polda NTT, Sabtu (24/3/2018) KOMPAS.com/Sigiranus Marutho BereLeksi Saluk (kiri) didampingi Pemimpin Redaksi Victory News melaporkan Wali Kota Kupang Jefirston R Riwu Kore ke Polda NTT, Sabtu (24/3/2018)

KUPANG, KOMPAS.com - Wali Kota Kupang Jefirtson (Jefri) Riwu Kore diperiksa oleh aparat Kepolisian Resor Kupang Kota, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (4/4/2018) pagi.

Jefri diperiksa polisi karena dilaporkan oleh Leksi Salukh, wartawan Victory News, Sabtu (24/3/2018).

Leksi melaporkan orang nomor satu di Kota Kupang itu ke polisi karena dimaki dan diancam saat sedang wawancara.

Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon Christian Nugroho membenarkan pemeriksaan terhadap Wali Kota Jefri.

"Ya, Wali Kota diperiksa terkait laporan salah satu wartawan di kota ini," ucap Anthon kepada Kompas.com, Rabu pagi.

Baca juga: Kronologi Wartawan Laporkan Wali Kota Kupang ke Polisi

Menurut Anthon, Jefri diperiksa oleh penyidik tindak pidana ringan Satuan Shabara, Polres Kupang Kota.

"Pak Wali Kota sangat kooperatif dalam kasus ini," ucap Anthon tanpa menjelaskan secara detail alur pemeriksaan terhadap Jefri.

Sebelumnya diberitakan, Leksi Salukh, wartawan Victory News, koran lokal di Kupang, melaporkan Wali Kota Kupang Jefirtson R Riwu Kore ke Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/3/2018) pagi.

Leksi mengadukan Jefirtson karena merasa tidak terima dirinya dimaki dan diancam.

Menurut Leksi, Jefirtson tidak terima dengan berita yang ditulisnya yang berjudul "Jefri Enggan Jelaskan Kepergiannya ke AS".

Setelah berita itu terbit pada Jumat lalu, Leksi mencoba konfirmasi ke Jefirtson via telepon tentang hasil kunjungannya ke Amerika Serikat belum lama ini.

Jefirtson kemudian membalas pesan Leksi, sekaligus mengirim foto koran dan menanyakan alasan Leksi menulis berita dengan judul yang menurut Jefirtson telah menyudutkannya.

Tak berselang lama, Jefirtson menelepon Leksi via aplikasi WhatsApp, lalu memaki dan mengancam dia. Leksi merekam semua pembicaraan itu dan menjadikannya sebagai barang bukti.

"Yang membuat saya tidak nyaman itu, dia sebut saya '... monyet dan anjing...', serta mengancam saya. Saya pun dengan tenang menjelaskan maksud saya konfirmasi, tapi beliau terus memaki saya. Saat itu saya berada di dalam ruang redaksi sehingga didengar oleh rekan saya yang lain," ujar Leksi.

Baca juga: Dituduh Maki dan Ancam Wartawan, Wali Kota Kupang Diadukan ke Polisi

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X