Kompas.com - 04/04/2018, 08:10 WIB
Bayi lobster jenis mutiara ini adalah jenis lobster yang paling diburu karena harganya yang mahal, yaitu Rp 200.000 per ekor. Kompas.com/FitriBayi lobster jenis mutiara ini adalah jenis lobster yang paling diburu karena harganya yang mahal, yaitu Rp 200.000 per ekor.

LOMBOK BARAT, KOMPAS.com - Aparat Subdit Penegakan Hukum (Gakkum) Dit Polairud Polda NTB mengamankan lebih dari 8.000 bayi lobster jenis pasir dan mutiara, Senin (2/4/2018).

Padahal, telah sebulan aparat berupaya menjerat pelaku, tetapi selama ini hasilnya selalu nihil.

Bayi lobster yang diduga akan diselundupkan ke Vietnam melalui Singapura itu berhasil digagalkan sebelum sampai ke Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

Rencananya, bayi lobster yang nilainya ratusan juta rupiah itu akan diseberangkan menuju Pacitan, Jawa Timur. Dari sana, akan diterbangkan ke Singapura melalui Jakarta dan berakhir ke Vietnam.

“Jadi berdasarkan laporan masyarakat dan intelijen kami, yang telah lama mengintai pergerakan pelaku MS asal Teluk Ekas, Lombok Timur. Untunglah sebelum yang bersangkutan sampai di Bandara Lombok, kami berhasil mengamankan pelaku berikut barang bukti 8.501 bayi lobster,” terang AKBP Edwin, Kasubdit Gakkum Polairud Polda NTB, Selasa (3/4/2018).

Edwin mengakui bahwa pelaku paham dengan situasi di lapangan karena pengintaian gerak- gerik pelaku dilakukan selama sebulan, hingga akhirnya penangkapan bisa dilakukan pada April ini.

Baca juga: Cerita Kepala Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 71.982 Benih Lobster

Penangkapan dilakukan saat pelaku MS tengah membawa mobil pikap warna hitam, dengan tujuan bandara. Saat digeledah, terdapat benda yang dibungkus terpal berwarna biru. Setelah diperiksa, ditemukan kardus yang direkatkan lakban warna hitam.

“Setelah kami buka terdapat 59 kantong plastik bening berisi bayi lobster, yang bersangkutan langsung kami amankan dan periksa,” kata Edwin.

Setelah diperiksa, MS membawa 8.501 bayi lobster, dengan rincian 51 kantong, masing masing berisi 150 ekor atau 7.650 bayi lobster jenis pasir dan 8 kantong atau berisi 851 ekor jenis mutiara seharga Rp 200.000 per ekornya. Total nilai keseluruhan bayi lobster itu adalah Rp 629.200.000.

“Pelaku sudah pernah melakukan hal serupa. Tiap kali angkut, dia mendapatkan upah Rp 500.000,” ucap Edwin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X