Kompas.com - 03/04/2018, 10:28 WIB
Kesatuan Niaga Seluler Indonesia (KNCI) yang merupakan perkumpulan para pedagang pulsa  menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Kepresidenan di Medan Merdeka Utara dan gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia di Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (2/4/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAKesatuan Niaga Seluler Indonesia (KNCI) yang merupakan perkumpulan para pedagang pulsa menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Kepresidenan di Medan Merdeka Utara dan gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia di Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (2/4/2018).

KOMPAS.com — Kebijakan pemerintah membatasi kepemilikan maksimal tiga kartu perdana untuk pemilik satu nomor KTP berujung protes. Sejumlah pemilik konter di Kota Probolinggo berunjuk rasa di kantor DPRD Kota Probolinggo, Senin (2/4/2018).

Mereka berjalan kaki sejauh 1 kilometer menuju kantor DPRD. Dengan mengangkat poster, mereka menolak peraturan pemerintah tentang pembatasan kepemilikan nomor ponsel karena menurunkan pendapatan pemilik konter.

Koordinator aksi, Solehan, mengatakan, pembatasan tersebut merugikan pengusaha konter seluler. Menurut dia, sebelum adanya pembatasan itu, minimal dalam sehari satu konter mampu menjual minimal 10 nomor perdana.

Namun, sejak adanya pembatasan, satu konter hanya mampu menjual satu hingga dua kartu dalam sehari.

Solehan menambahkan, pihaknya setuju terhadap registrasi nomor yang diputuskan pemerintah. Namun, pembatasan kepemilikan nomor memukul pendapatan pemilik koner.

“Kami setuju proses registrasi nomor ponsel. Namun, saat dibatasi, pendapatan kami anjlok. Kami minta pembatasan itu dicabut,” ujarnya.

Para pengunjuk rasa ditemui pihak sekretariat DPRD. Kabag Umum Setwan Whestia Kristiantin menjelaskan, aspirasi para pengunjuk rasa akan disampaikan kepada pimpinan Dewan. Sebab, saat ini Ketua DPRD sedang tidak berada di kantor.

Di Padang

Sementara itu, ratusan pedagang kartu seluler yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) berunjuk rasa ke DPRD Sumatera Barat menolak pemberlakuan 1 nomor induk kependudukan (NIK) untuk tiga kartu SIM ponsel yang diberlakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin.

Kebijakan hanya tiga kartu SIM untuk satu KTP dinilai merugikan para pedagang. Sebab, selama ini konsumen cenderung membeli kartu perdana.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X