Kompas.com - 02/04/2018, 14:36 WIB
Tim FK UISU Medan saat menunjukkan cacing pita, Senin (26/3/2018). KOMPAS.com/Tigor MuntheTim FK UISU Medan saat menunjukkan cacing pita, Senin (26/3/2018).


SIMALUNGUN, KOMPAS.com - Saridin Purba (57), warga Nagori Dolok, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, mengatakan bahwa penyebab cacing pita yang melanda kampungnya belum tentu karena warga mengonsumsi hinasumba, makanan khas Simalungun.

"Penyebabnya menurut saya bukan itu, tetapi karena memijak kotoran hewan dan memakan daun-daunan di hutan," ujar Saridin.

Menurut Saridin, warga kerap memijak kotoran-kotoran hewan, seperti rusa atau babi, di seputar kampung. Sama halnya dengan dirinya.

Begitu juga saat sedang ke hutan, karena sedang lapar, warga bisa saja memakan daun-daun yang ada di dalam hutan.

Sedangkan dugaan penyebab penyakit cacing pita yang menyerang warga lantaran hinasumba, menurut Saridin, belum bisa dipastikan. Dia menyebutkan, bahan makanan hinasumba, seperti daging ayam, babi, dan kerbau, selalu dimasak warga sebelum dikonsumsi.

Baca juga: Cacing Pita Sepanjang 10,5 Meter Ditemukan di Simalungun

Saridin mengaku jarang memakan hinasumba, tetapi dia terkena penyakit cacing pita. Saridin merupakan sumber pertama bagi penelitian dokter Umar Zein sebelum kemudian melakukan pengobatan dan penelitian cacing pita di Nagori Dolok pada Oktober dan November 2017.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Awalnya saya sengaja datang ke klinik dokter Umar di Medan. Saya mengeluhkan, tiap lima menit keluar semacam cacing bersama kotoran saya," kata Saridin.

Setelah dokter Umar memberikan obat cacing berbentuk pil bernama Yomesan yang kabarnya harus dibeli dari luar negeri, akhirnya Saridin sembuh.

"Awalnya saya harus pakai kacamata untuk membaca. Setelah makan obat itu, saya tak lagi pakai kacamata," ucapnya.

Saat terkena cacing pita, terang Saridin, dia mengalami sulit tidur, dubur selalu gatal, cacing keluar bersama kotoran setiap lima menit, mata kabur, badan lemas, selalu ingin makan, dan rambut kering.

Baca juga: Temuan Cacing Pita 10,5 Meter, Dinkes Simalungun Sebut Tidak Punya Obatnya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.