Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/04/2018, 06:49 WIB
Labib Zamani,
Farid Assifa

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Meski suaranya terdengar serak lantaran batuk, Menteri Sosial Idrus Marham tetap hadir dan membuka bimbingan pemantapan sumber daya manusia (SDM) program keluarga harapan (PKH) tahun 2018.

Pembukaan pemantapan bimbingan SDM PKH tahun 2018 itu diselenggarakan di Lorin Dwangsa Solo Hotel di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (31/3/2018) malam.

Ada sekitar 297 pendamping PKH tahun 2018 di wilayah eks Karesidenan Surakarta ditambah Kota Salatiga yang mengikuti acara tersebut.

"Ya, ini memang saya batuk. Terus saya meminta ajudan saya untuk membelikan obat. Ternyata enggak ada. Enggak boleh kalau enggak ada resep dokter," kata Idrus kepada wartawan seusai membuka pemantapan bimbingan SDM PKH di Solo, Sabtu malam.

Baca juga : Kelelahan Kunker, Idrus Marham Dibawa Ke Rumah Sakit UNS Solo

Idrus kemudian pergi ke RS UNS Solo di Pabelan, Kartasura, untuk cek kesehatan. Idrus dinyatakan sehat, hanya batuk ringan lantaran kecapekan seharian menghadiri berbagai kegiatan dalam kunjungan kerjanya di Solo dan sekitarnya.

"Di sana (RS UNS) saya bilang sama dokter Coana bagaimana batuk saya cepat reda. Lalu obatnya ditambah supaya menekan batuknya, itu aja," beber Idrus.

Ditanya apakah ada saran dari dokter untuk beristirahat, Idrus mengatakan tidak ada. Idrus diminta untuk minum obat supaya menekan batuknya.

"Coba kelihatan enggak sakit tadi kalau lagi ceramah. Tadi pas ke Sragen tadi saya keringatan karena panas. Kemudian di Karanganyar juga begitu, enggak ada masalah," jelas dia.

Idrus menyatakan, Minggu (1/4/2018) hari ini akan melanjutkan kunjungan kerjanya ke Yogyakarta. Kemudian Senin (2/4/2018) ke Kebumen untuk menghadiri HUT Tagana secara nasional.

Lebih jauh Idrus menjelaskan, sesuai arahan Presiden Jokowi, PKH diproyeksikan menekan angka kemiskinan di Indonesia. Sebab, angka kemiskinan sekarang 26,58 juta jiwa atau sekitar 10,12 persen.

Dengan demikian, keberadaan pendamping PKH ini harus mampu memberikan pencerahan kepada keluarga penerima manfaat agar benar-benar memahami program itu.

"Bagaimana mengelola keuangan, bagaiaman keuangan itu bisa digunakan untuk pendidikan anak-anak, dan mendorong mereka memiliki kreativitas untuk lebih produktif," paparnya.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Herry Hikmat menambahkan, sampai saat ini pendamping PKH pada tahun 2018 mencapai 40.459 orang. Sebanyak 60 orang di antaranya berada di pusat.

Baca juga : Mensos Idrus Marham Hadir di Pengadilan Jelang Tuntutan Setya Novanto

Koordinator regional sebanuak tujuh orang, koordinator wilayah 64 orang, administrasi database provinsi 130 orang, koordinator kabupaten/kota 546 orang, pekerja sosial supervisor 421 orang, dan administrasi database kabupaten/kota 2.145 orang.

Lalu pendamping sosial PKH 35.272 orang, pendamping PKH Akses 1.718 orang, asisten pendamping 92 orang dan asisten pendamping PKH Akses terdapat empat orang.

"Tujuan dari kegiatan ini memperkuat pemahaman, pengetahuan, keamanan dan keterampilan SDM pelaksana PKH agar dapat melaksanakan tugasnya secara efektif dan efesien," jelas dia.

Kompas TV Sejumlah politisi Golkar terlihat mendatangi pengadilan tipikor untuk mengikuti sidang pembacaan tuntutan terdakwa kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com