Apa Kabar Pesawat N219 yang Diberi Nama Nurtanio oleh Jokowi?

Kompas.com - 31/03/2018, 10:57 WIB
Pesawat N219 yang diberi nama Nurtanio oleh Presiden RI Joko Widodo kembali menjalani flight test atau uji coba terbang ke 15 di landasan udara Husein Sastranegara, Jalan, Pajajaran, Kota Bandung, Jumat (2/2/2018). KOMPAS.com/Putra Prima Perdana.Pesawat N219 yang diberi nama Nurtanio oleh Presiden RI Joko Widodo kembali menjalani flight test atau uji coba terbang ke 15 di landasan udara Husein Sastranegara, Jalan, Pajajaran, Kota Bandung, Jumat (2/2/2018).

SEMARANG, KOMPAS.com - Pesawat N219 yang sempat mengudara menjelang hari kemerdekaan tahun 2017 lalu menjadi kebanggaan bangsa ini. Pesawat itu seluruhnya dirakit oleh anak bangsa tanpa melibatkan pihak luar, dengan komponen lokal hingga 40 persen.

Lalu, bagaimana kabar perkembangan pesawat yang dinamai Nurtanio oleh Presiden Joko Widodo itu?

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir menjelaskan, pesawat N-219 hingga saat ini masih melakukan flight test atau tahap uji terbang. Ditargetkan pada akhir tahun 2018, uji terbang itu selesai dan berlanjut ke komersialisasi.

"Mudah-mudahan akhir 2018 sudah (mulai) komersialisasi," ujar Nasir, saat di Semarang, Kamis (29/3/2018) lalu.


(Baca juga: Berita Foto: N219 Terbang Perdana dengan Pilot Esther Gayatri Saleh)

Pasca diluncurkan, pesawat itu harus diuji kelayakannya dengan melakukan uji terbang selama 300 jam. Komponen lokal 40 persen dan komponen impor 60 persen di dalam pesawat harus diuji kelayakannya.

Uji kelayakan terbang itu menjadi salah satu syarat mendapat sertifikasi layak terbang dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU). Dengan sertifikat itu, proses produksi secara massal baru boleh dilakukan.

Terkait pangsa pasar pesawat itu, Nasir mengaku pesawat dengan spesifikasi seperti N219 diminati industri penerbangan, baik dalam maupun luar negeri.

(Baca juga: Kisah Mas Rinto, Tukang Bakso Berdasi yang Terinspirasi James Bond)

Menurut dia, pasar pesawat itu untuk sementara potensial sebanyak 200 unit pesawat. Namun demikian, kapasitas produksi di hanggar pesawat di PT Dirgantara Indonesia maksimal 24 unit pertahun.

"Berarti, kalau 200 unit selesainya sekitar delapan tahun. Maka, ekspansi untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan pasar itu," ucapnya.

N219 adalah pesawat komersilturboprop (baling-baling) bermesin ganda, dengan kapasitas 20 penumpang. Pesawat itu hasil kerja sama LAPAN dan PTDI l. Uji tebang perdana dilakukan di bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Fakta Suami Aniaya Istri dan Lukai Menantu hingga Tewas, Ditembak Polisi dan Koordinasi dengan Dinas Sosial

Fakta Suami Aniaya Istri dan Lukai Menantu hingga Tewas, Ditembak Polisi dan Koordinasi dengan Dinas Sosial

Regional
Satu Helikopter Ditembaki KKB di Puncak, Papua

Satu Helikopter Ditembaki KKB di Puncak, Papua

Regional
Teror Molotov di Makassar, Kios Fotokopi Jadi Korban

Teror Molotov di Makassar, Kios Fotokopi Jadi Korban

Regional
Pembaca Kompas Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Pengungsi Gempa Maluku

Pembaca Kompas Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Pengungsi Gempa Maluku

Regional
Limbah Batubara PLTU Cilacap Ganggu Kesehatan, Warga Mengeluh

Limbah Batubara PLTU Cilacap Ganggu Kesehatan, Warga Mengeluh

Regional
Ratusan Unggas di Tegal Mati Terserang Flu Burung, Kandang Disemprot Disinfektan

Ratusan Unggas di Tegal Mati Terserang Flu Burung, Kandang Disemprot Disinfektan

Regional
Istri yang Dibakar Suami Luka Bakar 16 Persen, Sebagian Besar di Wajah dan Leher

Istri yang Dibakar Suami Luka Bakar 16 Persen, Sebagian Besar di Wajah dan Leher

Regional
Pengakuan Pelaku Pembunuhan Wanita Tanpa Busana di Hotel di Karawang

Pengakuan Pelaku Pembunuhan Wanita Tanpa Busana di Hotel di Karawang

Regional
Guru Silat Cabuli 5 Murid Saat Olimpiade Siswa Nasional dan Latihan

Guru Silat Cabuli 5 Murid Saat Olimpiade Siswa Nasional dan Latihan

Regional
Denny Indrayana Kembalikan Formulir Pendaftaran Cagub Kalsel ke Partai Nasdem

Denny Indrayana Kembalikan Formulir Pendaftaran Cagub Kalsel ke Partai Nasdem

Regional
Korban Penusukan di Pasar Kreneng Denpasar Meninggal Dunia

Korban Penusukan di Pasar Kreneng Denpasar Meninggal Dunia

Regional
Fakta Kasus Balita 3 Tahun yang Tewas Dianiaya Pacar Ibunya, Mengaku Kesal hingga Ditemukan Luka di Tubuh

Fakta Kasus Balita 3 Tahun yang Tewas Dianiaya Pacar Ibunya, Mengaku Kesal hingga Ditemukan Luka di Tubuh

Regional
Siswi SMP Korban Pencabulan Guru Les Alami Trauma dan Berhenti Sekolah Sementara

Siswi SMP Korban Pencabulan Guru Les Alami Trauma dan Berhenti Sekolah Sementara

Regional
Tokoh Adat Minta Foto 2 Bule yang Lecehkan Tempat Suci di Bali Tak Diviralkan

Tokoh Adat Minta Foto 2 Bule yang Lecehkan Tempat Suci di Bali Tak Diviralkan

Regional
Curi Laptop dan Berusaha Melawan, Pemuda asal Indramayu Ditembak Polisi

Curi Laptop dan Berusaha Melawan, Pemuda asal Indramayu Ditembak Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X