Kabar Gembira, Musang Sulawesi Terekam Kamera Setelah Misterius Bertahun-tahun

Kompas.com - 31/03/2018, 06:48 WIB
Dokumentasi foto musang sulawesi yang diperoleh saat Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone melakukan patroli KOMPAS.COM/Balai TNBNWDokumentasi foto musang sulawesi yang diperoleh saat Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone melakukan patroli

GORONTALO, KOMPAS.com - Musang Sulawesi (macrogalidia musschenbroekii) yang penuh misteri akhirnya tertangkap kamera di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) di Semenanjung Minahasa, perbatasan antara provinsi Gorontalo dengan Sulawesi Utara.

Sejumlah dokumentasi foto musang paling misterius ini didapat di 10 lokasi berbeda, di dalam dan di luar kawasan taman nasional bagian tenggara.

Foto di delapan lokasi diambil oleh tim survei Wildlife Conservation Society (WCS), di satu lokasi oleh tim Balai TNBNW saat melakukan monitoring dan di satu lokasi hasil smart patrol gabungan keduanya.

Keberhasilan mendokumentasikan satwa ini merupakan jawaban atas keberadaannya yang kerap dipertanyakan, bahkan pernah dianggap sudah punah dari hutan Sulawesi. Musang yang dikenal pemalu ini telah menjadi misteri bertahun-tahun.

Binatang nocturnal ini terakhir terlihat pada tahun 2003 di atas terpal pajangan pedagang di pasar di Lolak, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Itu pun hanya penggalan kepala dan kaki tanpa badan. Setelah temuan itu, informasi keberadaan binatang ini pun tidak ada lagi.

(Baca juga : Cerita di Balik Foto Musang Sulawesi, Si Pemalu yang Misterius)

Sebelumnya, musang ini sulit dijumpai, bahkan oleh orang-orang yang biasa menjelajah taman nasional sekalipun. Namun, perbaikan metode pengamatan akhirnya membawa pada pertemuan pada sosok musang pemalu ini.

“Keberhasilan mendeteksi keberadaan musang sulawesi ini karena adanya pemasangan kamera trap. Ini yang memberikan peluang besar untuk mengetahui keberadaan satwa endemik Pulau Sulawesi,” kata Lukita Awang Nistyantara, Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Sabtu (31/3/2018).

Menurut Lukita, lebih dari sepuluh tahun terakhir ini pihaknya memang belum secara khusus melakukan pemantauan kepada musang ini sehingga perjumpaan dengan petugas Taman Nasional pun tidak tercatat secara baik.

“Sejak 2 tahun terakhir ini kami sudah mulai menyempurnakan teknik monitoring-nya,” ujar Lukita.

Pemantauan dilakukan dengan memasang kamera trap di dalam dan landskap taman nasional. Pengadaan kamera didukung oleh organisasi nirlaba yang bergerak di bidang konservasi, Wildlife Conservation Society. Ada 68 kamera yang sudah dipasang sejak 2017.

Ada tiga jenis musang di Pulau Sulawesi, yaitu musang sulawesi, musang tenggalung (Viverra tangalunga) dan musang luwak (Paradoxurus hermaphrodites).

Musang Sulawesi ini berbeda dengan dua musang saudaranya. Dia diperkirakan hanya hidup di kawasan hutan bagian dalam (primer).

Sementara itu, dua jenis musang lainnya yang juga ada di Pulau Sulawesi bisa ditemukan di pinggiran hutan maupun di kebun warga.

Musang sulawesi merupakan predator terbesar di Pulau Sulawesi. Hewan pemalu yang hidup soliter ini belum banyak diketahui kehidupannya. Sebagai satwa karnivor, musang sulawesi menyukai tikus dan burung.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Regional
Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Regional
Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Regional
67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

Regional
Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Regional
Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Regional
Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Regional
Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Regional
Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Regional
Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Regional
Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Regional
Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Regional
Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Regional
Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X