Komandan Marinir Buka-bukaan soal Alasan Lomba Renang Lintasi Selat Sunda

Kompas.com - 29/03/2018, 19:58 WIB
Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal Bambang Susmarsono saat memberi kuliah umum di Politeknik Maritim Negeri Semarang, Kamis (29/3/2018). KOMPAS.com/NAZAR NURDINKomandan Korps Marinir Mayor Jenderal Bambang Susmarsono saat memberi kuliah umum di Politeknik Maritim Negeri Semarang, Kamis (29/3/2018).


SEMARANG, KOMPAS.com – Komandan Korps Marinir TNI AL Mayor Jenderal Bambang Suswantono menceritakan alasan mengadakan lomba renang dan dayung melintasi Selat Sunda saat memperingati HUT ke-72 Korps Marinir, awal bulan ini.

Selain untuk meningkatkan profesionalisme prajurit, lomba itu ternyata untuk memberi "pesan" ke negara tetangga.

“39 km itu bukan sepele. Renang melintasi Selat Sunda dengan jarak tempuh 9,5 jam itu tidak mudah,” ujar Bambang di sela kuliah umum di Politeknik Maritim Negeri Semarang, Kamis (29/3/2018).

Pria kelahiran Semarang ini mengatakan, lomba renang melintasi Selat Sunda juga ditujukan untuk membuat gentar negara tetangga, terutama Singapura dan Malaysia.

Baca juga: Berita Foto: Perjuangan Ratusan Marinir Berenang Seberangi Selat Sunda Sejauh 39 Km

Marinir pun, kata dia, bisa kapan saja menyeberangi selat, apalagi selat dengan jarak yang tidak terlalu panjang. Keuntungan lainnya, kata dia, ketika marinir berenang melintasi selat tidak akan terdeteksi karena tidak membawa perangkat logam.

“Sengaja dilaksanakan agar gentar negara tetangga, Singapura dan Malaysia. Selat Malaka itu (panjangnya) hanya 10 km. Ada 300 marinir saja yang berenang (di sana) bisa bahaya,” kata Bambang.

“Mereka berenang enggak bisa dideteksi karena enggak bawa logam,” ucapnya.

Dengan kemampuan berenang itu, marinir menjadi prajurit yang perlu diwaspadai. Terlebih lagi, sambung mantan Komandan Paspampres itu, dua prajurit TNI AL Usman dan Harun berhasil menyusup ke Singapura saat perang di infiltrasi masa lalu.

“Kalau bisa nyebrang itu menjadi berat bagi Singapura,” sambung Bambang.

Oleh karena itu, para taruna di Semarang diminta untuk bersungguh-sungguh. Para prajurit seperti Usman dan Harun bukan seorang perwira, melainkan prajurit tamtama.

“Singapura masih trauma dengan Usman dan Harun. Mereka komplain (soal penamaan KRI), tapi ini soal kedaulatan bangsa,” ucapnya.

Baca juga: Ratusan Marinir Lomba Renang Seberangi Selat Sunda Sejauh 39 Km, Ini Pemenangnya

Terkait lomba renang dan dayung itu, Bambang menyatakan, pihak marinir telah mempersiapkan berbagai hal, termasuk melibatkan tim SAR untuk proses evakuasi.

“Renang 9,5 jam itu tanpa henti, berangkat jam 9 malam. Itu melewati arus yang hebat. (Prajurit) kadang gagal karena hipotermia, kedinginan, tapi kita siapkan SAR untuk evakuasi,” tambahnya.

Lomba renang melintasi Selat Sunda itu diikuti oleh 290 marinir dari berbagai satuan. Mereka dilepas oleh Laksamana TNI AL Ade Supandi di Dermaga Pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya di Bakauheni, Lampung.

Kopda Marinir Budi Santoso dari satuan Yontaifib-2 Marinir keluar sebagai juara setelah menyentuh garis finis pada Sabtu sekitar pukul 07.05 WIB. Kopda Budi berenang selama 9 jam, 29 menit, 56 detik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Regional
Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Regional
Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Regional
Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Regional
Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Regional
Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Regional
Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Regional
Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Regional
Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Regional
Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Regional
Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Regional
Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Regional
[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

Regional
Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X