Disebut Masuk Bursa Cawapres Jokowi, Sri Mulyani: Saya Jadi Menteri Keuangan Sajalah

Kompas.com - 29/03/2018, 12:16 WIB
Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menikmati pecel 99 Madiun yang berada di Jalan Cokroaminoto, Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis ( 29/3/2018). Sri Mulyani dan Basuki berada di Madiun untuk mendampingi Presiden Jokowi meresmikan Tol Ngawi-Kertosono sesi Ngawi - Wilangan. KOMPAS.com/Muhlis Al AlawiMenteri Keuangan, Sri Mulyani dan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menikmati pecel 99 Madiun yang berada di Jalan Cokroaminoto, Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis ( 29/3/2018). Sri Mulyani dan Basuki berada di Madiun untuk mendampingi Presiden Jokowi meresmikan Tol Ngawi-Kertosono sesi Ngawi - Wilangan.

MADIUN, KOMPAS.com — Menteri Keuangan Sri Mulyani masuk dalam bursa calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo. Menanggapi hal tersebut, Sri menyatakan lebih memilih menjadi menteri keuangan dibandingkan cawapres Jokowi dalam Pilpres 2019

"Saya menjadi menteri keuangan sajalah," ujar Sri Mulyani yang dikonfirmasi Kompas.com seusai menikmati sarapan pecel 99 di Jalan Cokroaminoto, Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis (29/3/2018) siang.

Sri Mulyani bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi menteri yang digadang-gadang sebagai cawapres Jokowi dalam Pilpres 2019.

Ditanya alasan ketidaksediaan mendampingi Jokowi sebagai cawapres, Sri Mulyani enggan berkomentar. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu memilih langsung masuk ke dalam mobil dinasnya.

(Baca juga: Susi Pudjiastuti hingga Sri Mulyani Disebut Masuk Bursa Cawapres Jokowi, Ini Kata PDI-P)

Beberapa stafnya menjelaskan, Sri Mulyani bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono harus segera menuju Lanud Iswahjudi menjemput Presiden Jokowi yang akan meresmikan Tol Ngawi-Kertosono sesi Ngawi -Wilangan di Desa Bagi, Kabupaten Madiun.

Sebelumnya, politisi PDI-P, Arteria Dahlan, menyebutkan nama Susi Pudjiastuti, Mahfud MD, dan Sri Mulyani sebagai tiga tokoh nonpartai politik yang dinilai cocok menjadi cawapres Jokowi. Meski begitu, kata dia, PDI-P masih melakukan penjaringan nama-nama tokoh yang dinilai cocok mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019. (k119-16)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Partai Gelora Koalisi dengan PKS Hanya untuk Pilkada Pangandaran

Partai Gelora Koalisi dengan PKS Hanya untuk Pilkada Pangandaran

Regional
Bantu Pelajar, Masjid dan Sekolah di Agam Dibekali Wifi Gratis

Bantu Pelajar, Masjid dan Sekolah di Agam Dibekali Wifi Gratis

Regional
Pegawai Terpapar Corona, Kantor RSUD Soekarno Babel Diliburkan

Pegawai Terpapar Corona, Kantor RSUD Soekarno Babel Diliburkan

Regional
Mobilitas Tinggi, Seratusan Polisi di Tegal Jalani Tes Usap Massal

Mobilitas Tinggi, Seratusan Polisi di Tegal Jalani Tes Usap Massal

Regional
Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

Regional
Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Regional
Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Regional
Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Regional
Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Regional
[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

Regional
Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Regional
Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Regional
'Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?'

"Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?"

Regional
Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Regional
Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X