Daging Babi Mentah Disebut Penyebab Cacing Pita, Ini Pendapat Budayawan Simalungun

Kompas.com - 28/03/2018, 23:28 WIB
Tim FK UISU Medan saat menunjukkan cacing pita, Senin (26/3/2018). KOMPAS.com/Tigor MuntheTim FK UISU Medan saat menunjukkan cacing pita, Senin (26/3/2018).

SIMALUNGUN, KOMPAS.com - Warga Nagori Dolok, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, menderita penyakit cacing pita disebut lantaran kebiasaan mengonsumsi makanan khas Simalungun, yaitu hinasumba.

Makanan ini berbahan utama daging babi yang dimasak kurang sempurna.

Hasil penelitian tim Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Medan yang diketuai dr Umar Zein menemukan hal itu setelah melakukan penelitian sejak Oktober-November 2017.

Terkait hinasumba, seorang pegiat budaya Simalungun, Sultan Saragih, Rabu (28/3/2018), mengatakan, makanan khas hinasumba tidak berbahan daging babi, tetapi daging ayam kampung.

Menurut Sultan, hinasumba itu merupakan makanan tradisi orang Simalungun dari bahan daging ayam kampung yang ditumbuk hingga halus.

Daging ayam sebelum dicampur bumbu lalu dimasak sempurna. Hinasumba ini bagian dari dayok na binatur (daging ayam yang ditata) yang juga makanan khas Simalungun.

"Jadi hinasumba yang berbahan daging ayam itu ditumbuk halus dan disajikan bersama dayok na binatur, diletakkan di sisi kiri dan kanan," terang Sultan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Cacing Pita Sepanjang 10,5 Meter Ditemukan di Simalungun 

Ada dua versi hinasumba di Simalungun, yakni versi dari Kecamatan Raya dan Kecamatan Bandar. Versi dari Kecamatan Raya, darah ayam ikut dijadikan sebagai bumbu bersama bahan lainnya, seperti kelapa dan sangge-sangge.

"Sedangkan dari Kecamatan Bandar, versinya tidak menggunakan darah ayam, tetapi memakai holat atau getah pohon sikkam," kata Sultan, pegiat Sanggar Budaya Rayantara ini.

Jadi, menurut Sultan, kalau ada yang membuat bahan hinasumba dari bahan daging babi seperti yang ditemukan di Nagori Dolok, Kecamatan Silau Kahean, itu sudah di luar kebiasaan.

"Kalau ada yang berbahan daging babi apalagi dan hanya sebatas coba-coba," ujarnya.

Seperti diketahui, pada Oktober-November 2017, tim FK UISU Medan menemukan 171 kasus warga Nagori Dolok, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, mengidap penyakit cacing pita.

Bahkan dari salah seorang warga ditemukan cacing pita sepanjang 10,5 meter.

Penemuan ini sekarang menjadi penelitian FK UISU Medan bersama tiga universitas di Jepang dan empat universitas di Indonesia.

Baca juga: Temuan Cacing Pita 10,5 Meter, Dinkes Simalungun Sebut Tidak Punya Obatnya 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Regional
Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.