Kompas.com - 28/03/2018, 16:28 WIB
Tim FK UISU Medan saat menunjukkan cacing pita, Senin (26/3/2018). KOMPAS.com/Tigor MuntheTim FK UISU Medan saat menunjukkan cacing pita, Senin (26/3/2018).

SIMALUNGUN, KOMPAS.com - Pasca penemuan cacing pita sepanjang 10, 5 meter dari salah seorang warga di Nagori (Desa) Dolok, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, warga setempat kini takut memakan daging babi mentah.

"Itu lah positifnya. Mereka jadi ada rasa takut memakan daging mentah itu. Sebetulnya tidak apa memakan daging, asal saja dimasak," ujar Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Silau Kahean, dr Bima Barus kepada wartawan, Rabu (28/3/2018) sore.

Bima mengatakan, pihaknya terus melakukan penyuluhah kepada warga agar tetap menjaga faktor kesehatan makanan. Puskesmas juga rutin memberikan obat cacing kepada anak-anak hingga dewasa.

Namun upaya itu, sambung dia, terbentur pola konsumsi warga terhadap makanan khas Simalungun yakni Hinasumba. Makanan tersebut berbahan daging babi yang tidak dimasak.

"Itu memang makanan khas di sini. Kata warga makanan khas itu lebih enak dimakan tanpa dimasak," tutur Bima.

(Baca juga : Cacing Pita Sepanjang 10,5 Meter Ditemukan di Simalungun )

Begitupun, setelah penemuan kasus oleh tim Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Medan, 2 November 2018. Puskesmas sudah mengajukan usulan pengadaan obat cacing pita ke Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Namun sejauh ini belum ada obat dimaksud setelah kita usulkan ke Dinas Kesehatan," kata dr Bima Barus, Kepala Puskesmas Silau Kahean, saat dihubungi Rabu (28/3/2018) sore.

Bima menyebut, obat cacing pita tersebut bernama "praziquantel". Obat itu tidak ada di Kabupaten Simalungun, bahkan tak diproduksi di Indonesia.

"Obat praziquantel itu harus diimpor dari luar negeri, seperti Thailand atau Vietnam. Harganya mahal karena impor itu tadi," ungkapnya.

(Baca juga : Kasus Cacing Pita 10,5 Meter, Warga Diduga Makan Daging Babi Mentah )

Bima menambahkan, dari 16 nagori atau desa di Kecamatan Silau Kahean, baru 3-4 nagori yang dikunjungi tim peneliti dari FK UISU Medan yang dipimpin dr Umar Zein selaku Ketua Peneliti Cacing Pita FK UISU Medan.

"Itu karena faktor keterbatasan obat yang ada pada mereka saat melakukan penelitian di sini," tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.