Bonus Poin Berubah Sepihak, Pengemudi Demo Kantor Gojek

Kompas.com - 27/03/2018, 20:45 WIB
Para pengemudi ojek online berbasis aplikasi saat mendatangi kantor perwakilan PT Go-Jek Indonesia di jalan Urai Bawadi, Pontianak (27/3/2018). Dok Roni SyahPara pengemudi ojek online berbasis aplikasi saat mendatangi kantor perwakilan PT Go-Jek Indonesia di jalan Urai Bawadi, Pontianak (27/3/2018).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Ratusan pengemudi jasa angkutan berbasis aplikasi roda dua (Go-Ride) dan roda empat (Go-Car) yang menjadi mitra PT Go-Jek Indonesia aksi damai di kantor perwakilan Gojek, Jalan Urai Bawadi, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (27/3/2018).

Sebelum melakukan aksi di kantor perwakilan, para pengemudi ini sempat mendatangi kantor DPRD Kota Pontianak, untuk mengadukan nasib mereka.

Mereka memprotes perubahan bonus poin secara sepihak yang diberlakukan Go-Jek terhadap mitra Go-car. Aksi para mitra Go-car ini pun diikuti pengemudi Go-ride sebagai bentuk solidaritas. Lantaran hal serupa bisa terjadi pada mereka. 

Salah satu pengemudi Go-car, Simon meminta perlindungan kemitraan antara mereka dengan perusahaan. Karena, perusahaan menganggap para pengemudi ini sebagai mitra, bukan karyawan, sehingga mereka menilai adanya ketidakjelasan antara hak dan kewajiban.

(Baca juga : Tak Ikut Demo, Pengemudi Ojek Online Diejek Rekannya Kurang Duit )

"Yang dialami pun bukan sebagai mitra, tidak ada payung hukum dan bentuk yang real antara hak atau kewajiban. Dan Go-Jek bisa melakukan tindakan apapun (suspend dan pemutusan mitra), tapi kami tidak bisa membela diri," kata Simon saat melakukan audiensi dengan Wakil Ketua DPRD Pontianak Syarif Alwi Almutahar beserta anggota Komisi D, Selasa siang.

Suspend atau penonaktifan sementara akun mereka bisa terjadi jika performa pengemudi yang diukur lewat bintang yang diberikan konsumen seusai pelayanan dianggap rendah. Pembatalan pesanan oleh konsumen pun bisa berakibat sama.

Namun, sambung Simon, aplikasi langsung menerima laporan pelanggan tersebut tanpa pengemudi bisa memberikan penjelasan.

Sementara itu, perwakilan pengemudi Go-ride, Eko Wisnu Cahyono mengaku ia dan dan teman-temannya khawatir apa yang terjadi dengan pengemudi Go-car terjadi padanya.

Saat ini, menurut Eko, apabila mencapai 25 poin dalam sehari, mereka bisa mendapat bonus Rp 110.000.

"Bisa saja nanti turun jadi hanya 45-50 persennya. Itu yang kami takutkan. Kami juga ingin mendapat hak perlindungan yang sama seperti driver Go-car," ujar Eko.

(Baca juga : Tak Ikut Demo, Pengemudi Ojek Online Dipukuli, Penumpang Dipaksa Turun )

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temuan 28 Kasus Positif Covid-19, Pemkot Tegal Tak Terapkan PSBB

Temuan 28 Kasus Positif Covid-19, Pemkot Tegal Tak Terapkan PSBB

Regional
Pencarian Warga Amerika yang Hilang di Teluk Ambon Terkendala

Pencarian Warga Amerika yang Hilang di Teluk Ambon Terkendala

Regional
Kisah Nenek Uho, Sakit Sendirian, Ditemukan Pakai Sarung Bercampur Kotoran Hewan

Kisah Nenek Uho, Sakit Sendirian, Ditemukan Pakai Sarung Bercampur Kotoran Hewan

Regional
KA Pandanwangi Beroperasi Lagi, Penumpang Tak Perlu Rapid Test

KA Pandanwangi Beroperasi Lagi, Penumpang Tak Perlu Rapid Test

Regional
Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

Regional
5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Regional
Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

Regional
Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

Regional
Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

Regional
2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X