Kronologi Wartawan Laporkan Wali Kota Kupang ke Polisi

Kompas.com - 26/03/2018, 19:29 WIB
Leksi Saluk (kiri) didampingi Pemimpin Redaksi Victory News melaporkan Wali Kota Kupang Jefirston R Riwu Kore ke Polda NTT, Sabtu (24/3/2018)KOMPAS.com/Sigiranus Marutho Bere Leksi Saluk (kiri) didampingi Pemimpin Redaksi Victory News melaporkan Wali Kota Kupang Jefirston R Riwu Kore ke Polda NTT, Sabtu (24/3/2018)


KUPANG, KOMPAS.com - Wartawan koran harian lokal Victory News, Leksi Salukh, melaporkan Wali Kota Kupang Jefirtson (Jefri) Riwu Kore ke kepolisian resor setempat.

Leksi yang didampingi Pemimpin Redaksi Victory News Stevie Johannis mendatangi kantor polisi dan membuat laporan karena merasa tidak terima dicaci maki dan diancam.

Stevie Johannis mengatakan, kasus itu bermula ketika pada Selasa (13/3/2018) pihaknya mendapat informasi bahwa Wali Kota Kupang sedang melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.

"Leksi ini bertugas di desk Kota Kupang sehingga keesokan harinya, Rabu (14/3/2018), Leksi mengirim pesan singkat melalui WhatsApp dan menanyakan kepada wali kota, apa saja yang dilakukan di sana dan hal-hal apa saja nanti setelah kembali beliau bisa bagi kepada pemerintahan Kota Kupang," jelas Stevie, Senin (26/3/2018).

Setelah membaca pesan Leksi, lanjut Stevie, Wali Kota Jefri kemudian membalas melalui pesan singkat bahwa nanti pada Sabtu (17/3/2018) baru akan dijelaskan.

Pada hari yang ditentukan, Leksi pun berniat menemui Jefri di kantornya, tetapi yang bersangkutan tidak berada di tempat.

"Besoknya, hari Minggu kantor tutup, dan hari Senin juga Jefri tidak berada di kantor. Selanjutnya pada Selasa, kemungkinan beliau kembali, tapi karena mungkin sudah sore, tidak sempat bertemu," ucap Stevie.

Baca juga: Dituduh Maki dan Ancam Wartawan, Wali Kota Kupang Diadukan ke Polisi 

Selanjutnya pada Rabu (21/3/2018), Leksi kembali ke kantor wali kota dan stafnya mengatakan bahwa wali kota sedang melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah organisasi perangkat daerah.

Pada keesokan harinya, Kamis (22/3/2018), Leksi bertemu dengan Jefri di Pelabuhan Tenau dan Leksi pun bertanya kepada Jefri.

Saat ditanya, Jefri mengatakan akan menjelaskannya nanti.

"Setelah itu pada keesokan harinya, kami muat berita bahwa wali kota enggan memberikan keterangan soal kunjungan ke Amerika Serikat," ucap Stevie.

Begitu korannya terbit, maka wali kota lalu mengirim pesan singkat disertai foto koran yang menulis tentang Jefri. Tak berselang lama, Jefri lalu menelepon Leksi dan memaki serta mengancam.

"Dia maki ke Leksi dengan sebutan monyet dan anjing serta mengancam dengan kalimat 'awas kau'," ucap Stevie meniru ucapan Jefri.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X