Ganti Kartu ATM, BRI di Batam Layani Nasabah hingga Malam Hari

Kompas.com - 26/03/2018, 18:30 WIB
Sejumlah nasabah Bank BRI Cabang Nagoya Batam menunggu giliran pergantian kartu ATM. Mereka mengantre sejak pagi. KOMPAS.com/HADI MAULANASejumlah nasabah Bank BRI Cabang Nagoya Batam menunggu giliran pergantian kartu ATM. Mereka mengantre sejak pagi.

BATAM, KOMPAS.com - Kantor Cabang BRI Batam Nagoya buka hingga malam hari. Ini dilakukan untuk mengoptimalkan perlayanan pergantian kartu ATM yang diblokir PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 

"Pelayanan kami lakukan hingga selesai. Bisa saja sampai malam hari sesuai dengan antrean dan nasabah yang ada," ujar Pemimpin Cabang BRI Batam Nagoya Rory Lumban Toruan, Senin (26/3/2018).

Rory mengaku, pemblokiran ini akan terus dilakukan secara berkala. Namun yang diblokir lebih dulu, merupakan kartu-kartu yang sering bertransaksi.

"Namun pergantian ini tidak saja dilakukan dengan pergantian baru. Ada juga yang hanya dilakukan pergantian pin-nya dan diperbarui datanya," ungkap Rory.

(Baca juga : Kena Blokir, Begini Proses Nasabah BRI Ganti Kartu ATM )

Pergantian ini, ambung Rory, juga bukan semata-mata idenya BRI. Melainkan sesuai arahan OJK, bahwa seluruh kartu debit harus menggunakan chip agar tidak mudah lagi terjadi penggandaan.

"BRI terlalu luas, makanya cepat diambil tidakan dan dilakukan hal ini. Karena tanpa disadari kekacauan yang terjadi di BRI memengaruhi dampak ekonomi Indonesia. Makanya BRI-lah bank pertama yang melakukan hal ini," jelas Rory.

Rory berharap, para nasabah yang belum terblokir untuk ikut mengganti kartunya, atau paling tidak mengganti nomor pin dan pembaruan data diri.

"Pergantiannya tidak dikenakan biaya, prosesnya juga cepat. Yang terpenting membawa identitas diri dan kartu ATM jika tidak memiliki buku. Tapi diusahakan ada foto kopi atau foto bukunya jika buku tabungan milik nasabah tertinggal di kampung halamannya," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Regional
Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Regional
Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Regional
Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X