Pemerintah Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Jelang Puasa Aman - Kompas.com

Pemerintah Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Jelang Puasa Aman

Kompas.com - 24/03/2018, 08:57 WIB
Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita pastikan stock dan harga bahan pokok aman dan tidak ada gejolak jelang masuk pertengahan bulan Mei atau awal puasa.  KOMPAS.com/AGIEPERMADI Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita pastikan stock dan harga bahan pokok aman dan tidak ada gejolak jelang masuk pertengahan bulan Mei atau awal puasa.

BANDUNG, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita menyatakan stok dan harga bahan pokok aman dan tidak ada gejolak jelang masuk pertengahan bulan Mei atau awal puasa.

"Harga aman sebenarnya harga ini tidak lagi ada gejolak. Itu satu yang positif. Kemudian tren penurunan. Tetapi sekarang, penurunan ini tidak terjadi drastis. Tapi secara gradual sehingga awal april ini kita proyeksikan menjelang masuk pertengahan Mei awal puasa itu sudah terkendali di bawah harga tergerai dengan HET," kata Enggartiasto yang ditemui usai Rapat Koordinasi Nasional, "Stabilisasi Harga dan Stok Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2018, di Hotel el Royale Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (23/3/2018).

(Baca juga: Jokowi Minta Harga Beras hingga Daging Turun sebelum Puasa)

Menurutnya, seluruh beras yang tersedia di Bulog akan masuk ke pasar. Sedang untuk stok beras, Enggar meminta masyarakat tidak perlu khawatir sebab panen raya akan segera dilakukan dan akan menjadi cadangan baru.

"Panen raya akan segera kita alami. Ini semua akan jadi cadangan baru. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran. Saya ingatkan kembali kepada pedagang pengusaha, lepaskanlah harga barang itu dengan rendah," tuturnya.

Disinggung terkait impor beras, Enggar menjelaskan bahwa impor beras ini tidak perlu jadi soal.

"Pokoknya tugas kita menyediakan stok beras dengan prioritas itu dari dalam. Berapapun panen sesuai dengan impres 5 pasti akan diserap, petani tidak akan rugi, yang terpotong ini para tengkulak," katanya.

(Baca juga: Jelang Puasa, Pemerintah Kaji Impor Sapi dari Brasil)

 

Ia mencontohkan seperti halnya yang dilakukan negara Vietnam yang mengimport dan mengekspor berasnya.

"Indonesia juga mulai ekspor dan impor. Contohnya jagung. Jenis jagung yang kita tidak produksi itu kita impor tapi jagung kita ya kita ekspor. Inilah tata niaga perdagangan perjagungan ini sudah kita mulai bagus," jelasnya.

"Tentu kita prioritas mengisi kebutuhan dalam negeri. Ada wilayah yang harga jagung harga rendah tapi ada tinggi untuk pakan ternaknya. Tugas kita ini untuk menjembatani. Kita tak mau jagung di suatu tempat meluncur rendah kita harus dorong buyer-nya," pungkasnya.

"Urusan bahan pokok dengan persiapan lebih matang akan aman," imbuhnya.

Kompas TV Memasuki bulan maret atau masa panen raya petani serapan beras Bulog masih minim.


Komentar
Close Ads X