Kompas.com - 23/03/2018, 20:56 WIB
Jamaludin dengan rompi orange saat setelah diamankan di Kantor Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur Handout/Kajari Kotawaringin TimurJamaludin dengan rompi orange saat setelah diamankan di Kantor Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur

PALANGKARAYA, KOMPAS.com – Seorang mantan Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, akhirnya resmi ditahan oleh penyidik tindak pidana korupsi, Kejaksaan Negeri Kotarawingin Timur (Kotim), terkait kasus pemalsuan 82 lembar sertifikat tanah, Jumat (23/03/2018).

Setelah selesai diperiksa oleh penyidik tindak pidana korupsi Kejaksaan Negeri Kotim, Jamaludin, mantan Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Kotawaringin Timur, langsung ditahan di Lapas Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Kajari Kotawaringin Timur Wahyudi SH melalui Ketua Tim Penyidik Datman Ketaren membenarkan pihaknya sudah menahan mantan kepala Badan Pertanahan Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Sebenarnya kasus ini merupakan kasus yang sudah cukup lama, sejak tahun 2014 lalu, atas kasus pemalsuan sebanyak 82 lembar surat keterangan tanah, yang baru bisa diselesaikan dan berhasil dieksekusi sekarang," kata Datman melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Jumat (23/03/2018).

Baca juga : Tujuh Tahun Belum Terima Sertifikat, Penghuni Apartemen di Surabaya Mengaku Resah

Terungkapnya kasus ini berawal dari adanya program Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (IP4T), dengan anggaran yang bersumber dari APBN sebesar Rp 279,7 juta lebih untuk 750 bidang tanah.

Pada saat itu, ada dua orang warga yang ingin mengikuti program tersebut untuk dapat memiliki surat keterangan tanah. Namun Jamaludin mengatakan bahwa luas lahan yang dimiliki warga seluas 119 hektar dan itu sangat luas, sehingga tidak bisa mengikuti program tersebut.

Lalu Jamaludin menyarankan agar dua orang warga tersebut meminjam Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga lainnya agar tanah itu dapat dipecah menjadi beberapa kavling (bidang tanah).

Saat dua orang warga berusaha mengumpulkan KTP, ternyata Jamaludin sudah memecah lahan tersebut menjadi 82 kavling (bidang tanah) dengan keterangan palsu tanpa pengetahuan pemilik lahan. Begitu juga dengan para saksi batas juga mengaku tidak pernah menandatangani apapun.

Baca juga : Kepala Desa di NTT Kena OTT Pungli Penerbitan Sertifikat Tanah

Dari 82 kavling (bidang tanah) lahan tersebut, ternyata 74 di antaranya diambil oleh Jamaludin untuk kepentingan pribadi.

"Saat ini kita sudah menitipkan Jamaludin untuk ditahan di Lapas Sampit," tambah Datman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X