Harimau Bonita Berada di Hutan Milik Perusahaan, Petugas Pindahkan Dua Perangkap

Kompas.com - 23/03/2018, 17:39 WIB
Harimau Bonita diburu petugas sejak menerkam dua warga Kabupaten Indragiri Hilir Riau hingga tewas pada Januari dan Maret silam. Bonita pertama kali menerkam karyawati perusahaan sawit Jumiati pada 3 Januari 2018. dok. KompasTVHarimau Bonita diburu petugas sejak menerkam dua warga Kabupaten Indragiri Hilir Riau hingga tewas pada Januari dan Maret silam. Bonita pertama kali menerkam karyawati perusahaan sawit Jumiati pada 3 Januari 2018.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Harimau sumatera bernama Bonita yang memangsa dua orang warga di Kecamatan Pelangiran, Indragiri Hilir, Riau, kini lebih sering berada di green belt atau hutan milik PT THIP.

Hal itu membuat tim rescue gabungan penyelamat harimau sumatera memindahkan dua perangkap.

Dalam beberapa hari dilakukan pencarian, petugas tidak menemukan si raja hutan tersebut. Bahkan, saat ini Bonita juga jarang melewati perlintasan yang ada di perkebunan kelapa sawit perusahaan.

Andita Septiandini, seorang anggota tim medis, mengatakan bahwa Bonita lebih banyak ke green belt kemungkinan karena masih mengalami trauma setelah dilakukan percobaan penembakan obat bius.

"Kalau dilakukan penyisiran ke dalam hutan enggak mungkin karena akan berisiko," ujar Dita kepada Kompas.com, Jumat (23/3/2018).

Baca juga: Harimau Bonita yang Misterius, Bangun Lagi Setelah Ditembak hingga Peluru Petugas yang Terus Mental

Menurut dia, setelah beberapa hari di hutan, Bonita akan kembali ke perkebunan sawit yang biasa dilintasinya.

Oleh karena itu, tim memindahkan dua perangkap atau box trap yang dipasang di perlintasan Bonita dari green belt ke perkebunan sawit yang dibatasi kanal.

"Box trap kami beri umpan kambing. Saat ini kami pasang di perlintasan yang sering dilalui Bonita," kata Dita.

Setidaknya, ada delapan perangkap yang dipasang pada perlintasan Bonita. Namun, lebih kurang dua bulan box trap dipasang, Bonita belum terpancing.

Baca juga: BKSDA Riau Tambah Obat Bius untuk Ditembakkan ke Harimau Bonita

Diberitakan sebelumnya, harimau Bonita menerkam dua orang warga hingga tewas di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), yaitu Jumiati dan Yusri Effendi.

Korban yang pertama kali diterkam adalah Jumiati di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, pada 3 Januari 2018.

Setelah itu, Bonita menerkam Yusri Effendi pada 10 Maret lalu di Dusun Sinar Danau, Desa Tanjung Simpang.

Korban kedua itu merupakan warga Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X