Makarel Kaleng Mengandung Cacing, Polisi Sebut Pengelolaannya Tak Higienis

Kompas.com - 23/03/2018, 17:19 WIB
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pengelolaan produk tersebut tidak higienis. Hal itu diungkapkan seusai Rapat Koordinasi Nasional Stabilisasi Harga dan Stok Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2018, di Hotel el Royale Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (23/3/2018). KOMPAS.com/AGIE PERMADIKepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pengelolaan produk tersebut tidak higienis. Hal itu diungkapkan seusai Rapat Koordinasi Nasional Stabilisasi Harga dan Stok Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2018, di Hotel el Royale Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (23/3/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Produk makarel kaleng yang mengandung cacing menjadi viral di dunia maya (sebelumnya disebutkan sarden kaleng). Makanan kaleng tersebut pertama kali ditemukan di Provinsi Riau.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pengelolaan produk tersebut tidak higienis.

"Informasi itu produk dari luar yang memang kurang higienis pengelolaannya," kata Setyo, saat ditemui seusai Rapat Koordinasi Nasional di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (23/3/2018).

Seperti diketahui, cacing mati tersebut ditemukan dalam makarel saus tomat merek Farmanjack, IO, dan Hoki. Menurut Setyo, saat ini kasus tersebut sedang diteliti oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Sementara ditangani BPOM," ujarnya.

Baca juga : Terindikasi Mengandung Cacing, Tiga Merek Makarel Kaleng Akan Ditarik

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

BPOM Kepri Batam sudah mengeluarkan surat perintah penarikan makarel kaleng tersebut kepada sejumlah importir. Pihak BPOM memberikan waktu satu bulan menarik produk tersebut.

Sudah 50 persen produk mengandung cacing mati itu ditarik dari importir. BPOM bekerja sama dengan Dinas Kesehatan memastikan produk makarel yang mengandung cacing tersebut ditarik secara keseluruhan dari pasaran.

Selain itu, pengawasan pun dilakukan terhadap tiga merek makarel kaleng yang mengandung cacing itu. Pengawasan juga dilakukan ke warung-warung kecil yang ada di lingkungan penduduk.

Baca juga : 3 Merek Makarel Kaleng Mengandung Cacing, Penarikan hingga Janji Importir

 

Kompas TV Hasil uji laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru, menemukan 3 produk impor sarden berisi cacing.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.