Meski Jadi Tersangka Suap, Dua Calon Wali Kota Malang Masih Bisa Ikut Pilkada

Kompas.com - 22/03/2018, 17:54 WIB
Tiga pasangan calon dalam Pilkada Kota Malang saat menunjukkan nomor urut yang didapatnya, Selasa (13/2/2018) KOMPAS.com/Andi HartikTiga pasangan calon dalam Pilkada Kota Malang saat menunjukkan nomor urut yang didapatnya, Selasa (13/2/2018)

MALANG, KOMPAS.com - Meski bestatus tersangka, dua calon Wali Kota Malang dipastikan masih bisa meneruskan pencalonannya hingga masa pencoblosan.

Sebab, aturan yang ada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mengatur tentang penggantian atau pengguguran calon karena berstatus tersangka.

Dua Calon Wali Kota Malang yang menjadi tersangka adalah Yaqud Ananda Gudban atau Nanda dan M Anton. Nanda merupakan calon Wali Kota Malang nomor urut 1 berpasangan dengan Ahmad Wanedi (Menawan). Pasangan ini diusung oleh PDI-P, PAN, PPP, Hanura dan didukung oleh Partai Nasdem.

Sedangkan Anton merupakan calon Wali Kota Malang petahana nomor urut 2 berpasangan dengan Syamsul Mahmud (Asik). Keduanya diusung oleh PKB, Gerindra dan PKS.

Anton yang merupakan wali Kota Malang nonaktif dan Nanda yang merupakan mantan anggota DPRD Kota Malang ditetapkan menjadi tersangka bersama sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Kota Malang lainnya.

Penetapan tersangka itu terkait dengan pengembangan kasus dugaan suap pembahasan P-APBD Kota Malang Tahun Anggaran 2015 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga : Jadi Tersangka Suap, Dua Calon Wali Kota Malang Diperiksa KPK

Ketua KPU Kota Malang, Zaenudin mengatakan, meski ada penetapan tersangka terhadap calon, tahapan Pilkada Kota Malang 2018 tetap jalan seperti yang sudah dijadwalkan.

"Perlu kami sampaikan proses tahapan Pilkada Kota Malang berjalan sebagaimana yang sudah kita jadwalkan," katanya, Kamis (22/3/2018).

Dikatakannya, ada dua prasyarat yang memenuhi untuk dilakukan penggantian calon yang sudah ditetapkan. Yakni meninggal dunia dan mendapat sanksi pidana yang memiliki kekuatan hukum tetap. Sementara status tersangka masih belum berkekuatan hukum tetap.

"Terkait dengan calon yang menyandang status tersangka bahwa ini tidak mempengaruhi proses pencalonan dan tahapan yang berlangsung. Artinya bahwa penggantian calon yang sudah ditetapkan ada dua prasyarat, yang pertama meninggal dunia, yang kedua dijatuhi pidana yang telah berkekuatan hukum tetap," katanya.

"Jadi status tersangka tidak bisa dijadikan alasan untuk proses penggantian calon. Dan, penggantian calon selambat-lambatnya bisa dilakukan 30 hari sebelum coblosan," imbuh Zaenudin.

Baca juga : Perjalanan Dua Kandidat Wali Kota Malang hingga Jadi Tersangka KPK

Dengan demikian, jalan Anton dan Nanda untuk terpilih dalam Pilkada Kota Malang masih terbuka lebar. Apalagi, sebelum ada penetapan tersangka, keduanya digadang-gadang merupakan calon yang kuat untuk memenangkan pemilihan. Tim kedua pasangan disebutkan masih solid untuk mengawal kemenangan.

Selain dua pasangan calon itu, ada lagi satu pasangan calon yang turut dalam konstestasi Pilkada Kota Malang, yakni pasangan calon nomor urut 3, Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko (Sae) yang diusung oleh Golkar dan Demokrat.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Regional
Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Regional
Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Regional
Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Regional
Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Regional
Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Regional
Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Regional
12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

Regional
Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Regional
Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Regional
RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

Regional
4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

Regional
RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

Regional
Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X