Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/03/2018, 13:15 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Dua pelaku skimming asal Turki, Hayrullah Ceylan (39) dan Ismail Yoru (35) yang tertangkap di Makassar akan menikahi dua gadis Indonesia. Kedua pelaku telah menjalani hubungan sejak tiga bulan terakhir.

Hal tersebut diungkapkan Kepala seksi pengawasan dan penindakan Imigrasi Kelas 1 Makassar, Noer Putra Bahagia dalam keterangan pers di kantornya, Kamis (22/3/2018).

Menurut Putra, kedua pelaku skimming ini awalnya menjalin hubungan melalui telepon seluler dan jejaring sosial saat menjalani hukuman di Lapas Kelas 1 Gunungsari Makassar. 

"Kedua pelaku akan menikahi gadis Indonesia, jika tidak salah keduanya asal Jawa. Setelah hubungan lewat handphone dan jejaring sosial, dua gadis itu sering mengunjungi kedua pelaku di Lapas Kelas 1 Makassar," katanya.

(Baca juga : Selidiki Tiga Jaringan Skimming, Polisi Berkeliling Jawa, Bali, hingga NTT )

Terkait dengan rencana pernikahan keduanya, Putra dengan tegas mencegalnya. Meski telah dicegah, kedua pelaku berencana memboyong dua gadis asal Indonesia ke Turki. Setelah di negaranya sendiri, kedua pelaku skimming ini akan menikahi dua gadis Indonesia itu.

"Awalnya kedua pelaku akan memboyongnya ke Turki saat dideportasi, tapi kita tidak izinkan. Saya juga sudah nasehati itu dua gadis Indonesia, masa mau dinikahi sama pencuri," ungkapnya.

"Tapi informasinya lagi, dua gadis Indonesia ini akan menyusul ke Turki. Tapi saya tidak terbitkan paspor dua gadis asal Indonesia ini dan saya sudah mencegahnya," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar mendeportasi dua pelaku skimming ke negara asalnya di Turki. Kedua pelaku skimming ini dideportasi, setelah menjalani masa hukumannya selama 9 bulan di Lapas Kelas 1 Gunungsari, Makassar.

(Baca juga : Perbankan Indonesia Bebas Dari Skimming Ketika... )

Kedua pelaku skimming yang akan dideportasi yakni Hayrullah Ceylan (39) dan Ismail Yoru (35). Keduanya ditangkap oleh aparat kepolisian Polrestabes Makassar pada bulan Mei 2017 lalu.

Rencananya, Hayrullah akan dideportasi besok, Jumat (23/3/2018). Sedangkan Ismail akan dideportasi, Senin (26/3/2017).

Kedua pelaku skimming ini telah membobol 10 rekening nasabah bank di Makassar melalui ATM. Dalam aksinya, keduanya telah menggasak uang sebanyak Rp 140 juta.

Rata-rata ATM yang dibobol oleh kedua pelaku adalah Bank Mandiri Syariah dan BRI.

Kompas TV Polda Metro Jaya dan Polda D.I.Y menangkap tersangka pencurian data nasabah bank atau skimming dan kejahatan bermodus menukar kartu ATM.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.