Tiga Merek Makarel Kaleng yang Terindikasi Mengandung Cacing Berasal dari China

Kompas.com - 21/03/2018, 18:29 WIB
Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irawan melakukan pengawasan dan penarikan produk ikan kaleng Farmerjack, 10, dan Hoki di salah satu importir yang ada di kawasan Batam Centre. KOMPAS.com/HADI MAULANAKepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irawan melakukan pengawasan dan penarikan produk ikan kaleng Farmerjack, 10, dan Hoki di salah satu importir yang ada di kawasan Batam Centre.


BATAM, KOMPAS.com — Produk ikan makarel dalam kemasan kaleng dengan merek Farmerjack, IO, dan Hoki yang terindikasi cacing (nematoda) berasal dari China. Namun, produk ini terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Kepala Balai POM Kepri Yosef Dwi Irwan mengatakan, ada dugaan buruknya kualitas bahan baku yang tidak baik.

"Seharusnya tidak terjadi hal seperti ini. Meski berasal dari China, tidak sedikit produk makanan dari China yang memiliki kualitas baik," kata Kepala Balai POM Kepri Yosef Dwi Irwan, Rabu (21/3/2018).

Alasan dugaan kualitas bahan baku yang tidak baik karena produk kemasan kaleng memiliki standardisasi internasional yang menggunakan proses sterilisasi pemanasan (thermal process). Secara umum, proses tersebut mampu mematikan siklus hidup Anisakis sp.

Baca juga: Terindikasi Mengandung Cacing, Tiga Merek Produk Ikan Dalam Kaleng Akan Ditarik

Namun, protein alergen dari cacing berpotensi masih dapat bertahan sehingga produk itu berisiko terhadap konsumen yang memiliki sensitivitas alergen.

"Tapi, hal ini biasanya kecil kemungkinan terjadi jika kualitas bahan baku baik. Bisa jadi ketiga produk asal China ini menggunakan produk kurang baik sehingga muncul cacing dari makanan kemasan itu," ujar Yosef.

Tidak saja ke sejumlah importir, Balai POM Kepri bersama Dinas Kesehatan Kepri dan Kota Batam juga terus melakukan pengawasan hingga ke sejumlah supermarket yang ada di beberapa mal di Batam.

"Kami sisir terus seraya mengawasi para importir apakah sudah melakukan penarikan apa belum," ungkapnya.

Baca juga: Tanpa Izin Edar, 45 Produk Makanan dari PT ATN Disita BPOM Kepri

Kompas TV Industri rumahan yang mengandung bahan berbahaya ini bahkan telah berjalan selama beberapa tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Regional
Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Regional
Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X