Manipulasi Transaksi Nasabah, 4 Mantan Karyawan Bank Ditahan Polisi

Kompas.com - 21/03/2018, 10:42 WIB
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen (Pol) Syaiful Zachri. KOMPAS.com/HERU DAHNURKapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen (Pol) Syaiful Zachri.

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Sebanyak empat mantan karyawan sebuah bank swasta ditahan Polda Kepulauan Bangka Belitung. Mereka ditahan terkait kasus manipulasi transaksi dengan kerugian nasabah diperkirakan mencapai Rp 316 juta.

“Saat ini masih proses pemberkasan penyidik. Nanti akan segera dilimpahkan pada kejaksaan,” kata Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen (Pol) Syaiful Zachri kepada Kompas.com, Rabu (21/3/2018).

Syaiful mengungkapkan, para pelaku bekerja sama melakukan penggelapan data transaksi di internal bank. Setelah dilakukan audit pihak bank, ditemukan ketimpangan data yang kemudian kasusnya dilimpahkan ke polisi.

Para pelaku yang kini berstatus tersangka sebelumnya tercatat bekerja pada Bank Arta Graha Grup Cabang Pangkal Pinang.


(Baca juga : BRI Kediri Masih Data Jumlah Korban dan Kerugian Akibat Transaksi Misterius)

Masing-masing tersangka berinisial WC selaku mantan kepala cabang, W sebagai tim leader, serta R dan E yang tercatat sebagai staf.

Para tersangka diduga bekerja sama memanipulasi data transaksi sebesar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per nasabah. Total nasabah yang dirugikan mencapai 70 orang. Modus tersangka dengan menaikkan uang muka pinjaman dari seharusnya Rp 4 juta menjadi Rp 6 juta.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Bangka Belitung saat ini masih melengkapi berkas penyidikan para tersangka dan belum menetapkan tersangka baru.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 49 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 10/ 1998 tentang Perbankan dengan hukuman minimal lima tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X