Desa Sembungan di Wonosobo Jadi Contoh Penanganan Sampah Botol Plastik

Kompas.com - 20/03/2018, 19:20 WIB
Sejumlah botol plastik dihias menjadi gapura di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Selasa (20/3/2018). Desa itu menjadi salah satu proyek penanganan sampah secara mandiri di Jawa Tengah Kompascom/Nazar NurdinSejumlah botol plastik dihias menjadi gapura di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Selasa (20/3/2018). Desa itu menjadi salah satu proyek penanganan sampah secara mandiri di Jawa Tengah

SEMARANG, KOMPAS.com – Desa Sembungan di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, menjadi salah satu desa percontohan penanganan sampah mandiri di Jawa Tengah.

Desa yang di dalamnya terdapat beragam tempat wisata itu mulai tampak dalam menjaga kebersihan wilayah.

Sejumlah gang di desa itu bahkan dihias dengan aneka macam botol plastik. Plastik yang disusun membentuk satu gapura di gerbang masuk desa serta di sudut gang. Gapura dari botol plastik itu terlihat begitu apik hingga menanggalkan kesan kumuh dan kotor.


Desa itu mulai menjaga kebersihan karena mulai dilakukan pembinaan dari Bank Indonesia. Desa Sembungan diberdayakan karena pada saat mengelola destinasi wisata berbasis alam belum dibarengi dengan pengelolaan sampah secara mandiri.

Baca juga: Berawal dari Iseng, Kampung Warna-warni di Bogor Kini Menginspirasi

“Jadi ini modal wisata untuk pengelolaan lingkungan yang bersih. Program sosial kami memberikan bantuan pengolahan sampah. Jadi, itu akan menjadi salah satu tempat masyarakat membuang sampah di tempat itu dan diolah,” ucap Kepala BI perwakilan Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo, di Wonosobo, Selasa (20/3/2018).

Hamid menjelaskan, Desa Sembungan perlu didampingi karena desa itu mempunyai sedikitnya empat destinasi wisata alam yang populer didatangi wisatawan berbagai daerah.

Namun, di sisi lain, pola pengelolaan sampah belum berjalan sehingga kerap mengganggu keindahan wisata itu sendiri.

Sampah botol plastik dihias di Telaga Cebong di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Selasa (20/3/2018).Kompascom/Nazar Nurdin Sampah botol plastik dihias di Telaga Cebong di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Selasa (20/3/2018).

Oleh karena itu, Sembungan dipilih agar warganya dapat mengelola sampah secara mandiri. Wisatawan yang datang juga diingatkan untuk membuang sampah di tempatnya.

“Pariwisata sekarang menjadi prioritas unggulan pemasukan negara. Desa Sembungan ini banyak tempat menarik, ada empat wisata dari golden sunrise, Telaga Cebong, Gunung Pakuwojo, dan air terjun. Itu modal bagi Sembungan untuk maju lagi,” ujarnya.

Melalui pembinaan kebersihan, BI mencoba mengajak masyarakat membuang sampah di tempatnya. Sampah yang terkumpul di tiap rumah dikumpulkan di dalam bank sampah. Dari situ, sampah kemudian diolah hingga mempunyai nilai tambah.

Baca juga: Kampung Pelangi di Semarang yang Mendunia

Bank sampah di Desa Sembungan mempunyai kapasitas daya tampung hingga 100 meter kubik atau setara 100 ton. Untuk pola pengembangan, warga dilatih mengelola sampah dengan melibatkan perguruan tinggi dari Politeknik Kesehatan Yogyakarta.

“Kami ini kerja sama dengan Poltekes untuk mengedukasi masyarakat untuk memperlakukan sampah. Perlakuan itu dimulai dari rumah, dipilah mana organik dan tidak, lalu dibawa ke bank sampah dan tempat pengolahan sampah,” tambahnya.

Sejumlah botol plastik dihias menjadi gapura di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Selasa (20/3/2018). Desa itu menjadi salah satu proyek penanganan sampah secara mandiri di Jawa Tengah.Kompascom/Nazar Nurdin Sejumlah botol plastik dihias menjadi gapura di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Selasa (20/3/2018). Desa itu menjadi salah satu proyek penanganan sampah secara mandiri di Jawa Tengah.

Sementara untuk pengembangan wisata, BI akan membantu untuk merealisasikan bangunan rumah lawas di Dieng menjadi destinasi wisata baru.

BI melihat bahwa potensi rumah-rumah tempo dulu di Dieng menarik untuk dijadikan salah satu destinasi baru, melengkapi destinasi yang telah ada.

”Rumah lawas di Dieng, sekitar Telaga Cebong itu kerja sama dengan sejarawan untuk meneliti lingkungan bentuk rumah menjadi wisata. Kalau ada perumahan itu jadi homestay tentu akan tinggal (lebih lama) lagi, dan itu signifikan bagi warga, terutama memberi nilai tambah Wonosobo,” tuturnya.

Baca juga: Kampung Pelangi di Pangkalan Bun untuk Ajang Nostalgia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terungkap, 3 Polisi Lepasakan Tembakan Saat Demo Mahasiswa Kendari

Terungkap, 3 Polisi Lepasakan Tembakan Saat Demo Mahasiswa Kendari

Regional
Viral Polisi Langgar Sistem Satu Arah, Atasan Minta Maaf

Viral Polisi Langgar Sistem Satu Arah, Atasan Minta Maaf

Regional
Diduga Langgar Kode Etik, Anggota KIP Lhokseumawe Dilapor ke DKPP

Diduga Langgar Kode Etik, Anggota KIP Lhokseumawe Dilapor ke DKPP

Regional
Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Mulai Menurun, Status Tetap Waspada

Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Mulai Menurun, Status Tetap Waspada

Regional
Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Regional
Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Regional
Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Regional
Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Regional
Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Regional
Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Regional
Lepas Kendali, Mobilio 'Nyungsep' di Persimpangan Lampu Merah

Lepas Kendali, Mobilio "Nyungsep" di Persimpangan Lampu Merah

Regional
Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Regional
Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Regional
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Suami Pembakar Isteri Di Surabaya Ditangkap di Dalam Bus

Suami Pembakar Isteri Di Surabaya Ditangkap di Dalam Bus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X