Telat Bayar Uang Kuliah, 26 Mahasiswa UIN Alauddin Dikeluarkan

Kompas.com - 19/03/2018, 22:59 WIB
Sejumlah mahasiwa membentangkan spanduk tuntutan saat menggelar unjukrasa di depan gedung rektoran Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Senin, (19/9/2018). KOMPAS.com / ABDUL HAQSejumlah mahasiwa membentangkan spanduk tuntutan saat menggelar unjukrasa di depan gedung rektoran Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Senin, (19/9/2018).

GOWA, KOMPAS.com - Hanya karena terlambat membayar uang kuliah, puluhan mahasiwa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar terkena sanksi drop out (DO).

Hal ini membuat ratusan mahasiwa menggelar unjuk rasa menuntut agar rektor mengubah kebijakan tersebut.

Unjuk rasa ratusan mahasiswa ini digelar pada Senin (19/3/2018) pukul 11.00 Wita di depan gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar, Jalan Yasin Limpo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Dalam unjuk rasa itu, mahasiswa menuntut agar kebijakan pemecatan mahasiswa karena belum bayar uang kuliah segera dicabut karena dinilai sangat merugikan mereka.

"Kami meminta agar teman-teman kami yang di-DO agar segera diikutkan kembali kuliah, sebab jika kebijakan ini tidak dicabut, maka hanya anak orang-orang kaya yang bisa kuliah, kami yang miskin tidak bisa," kata Presiden Mahasiswa (Presmas) UIN Alauddin Makassar, Askar Nur saat berorasi di hadapan ratusan mahasiswa.

Baca juga : Kami Tak Pernah Sekolah, Biarlah Anak Kami Sekolah Sampai Kuliah..

Unjuk rasa ini sendiri sempat diwarnai keributan lantaran mahasiswa mendesak agar rektor turun langsung menemui mahasiswa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diketahui bahwa 26 mahasiswa semester dua dari berbagai fakultas telah terkena sanski DO lantaran terlambat membayar uang kuliah yang disebut dengan uang kuliah tunggal (UKT). UKT ini sendiri wajib dibayar oleh mahasiswa setiap semester.

Fajar, salah seorang mahasiswa mengatakan, jumlah pembayaran UKT ini sendiri beragam tergantung tingkat kategori. Kategori terendah berjumlah Rp 400.000. Sementara kategori tertinggi mencapai Rp 25 juta.

Para pengunjuk rasa juga menuntut agar 16 rekannya yang kini dilarang ikut kuliah dengan alasan belum membayar SPP juga segera diikutkan kembali dalam proses perkuliahan.

Unjuk rasa ini sendiri berakhir setelah pimpinan kampus turun menemui mahasiswa meski akhirnya disambut dengan kekecewaan.

"Keluhan kalian sudah saya dengar sejak lama tetapi ini aturan sudah berlaku dan tidak bisa diganggu," kata rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Musafir Pababari dengan singkat dan langsung meninggalkan mahasiswa.

Baca juga : Cerita Guru Muslim di Banyuwangi, Kuliah Dibiayai Pastor dan Kini Mengajar di Sekolah Katolik

Lantaran tuntutan mereka tidak terpenuhi, mahasiwa akhirnya membubarkan diri dan mengamcam menggelar mogok kuliah masal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X