Cerita Warga Kaget karena Gempa Lebak Saat Sedang Shalat Maghrib

Kompas.com - 19/03/2018, 20:07 WIB
Ilustrasi gempa bumi. AFPIlustrasi gempa bumi.

SUKABUMI, KOMPAS.com - Warga Sukabumi, Jawa Barat, dikagetkan dengan goncangan gempa bumi, Senin (19/3/2018) sekitar pukul 18.36 WIB.

Sri Anita (70), warga Nanggeleng, Kota Sukabumi, mengaku sedang menunaikan shalat maghrib saat goyangan terjadi.

"Gempanya cukup terasa, tapi sebentar," ungkap Sri Anita.

Saat gempat terjadi, lanjut dia, dia mau langsung keluar rumah. Namun sebelum sampai pintu, gempanya sudah berhenti.


"Sempat keluar rumah lihat-lihat, tapi tidak ada tetangga yang keluar," tutur dia melalui pesan WhatsApp.

(Baca juga: Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Lebak Banten, Getaran Terasa hingga Jakarta)

Sementara itu, seorang karyawan swasta, Ikbal (30), mengaku merasakan gempa lumayan besar meski dalam waktu singkat.

Saat itu, dia bersama beberapa karyawan sedang berada di lantai dua bangunan gedung kantornya.

"Pas gempa, saya lagi mengetik, langsung saja saya tinggalin.. Tadinya mau turun ke lantai dasar dan keluar, tapi gempanya sebentar," ujar Ikbal yang berkantor di Jalan Selabintana.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bermagnitudo 5,2 berpusat di 98 km di arah barat daya Lebak, Banten, tepatnya di koordinat 7.40 Lintang Selatan - 105.95 Bujur Timur.

Pusat gempa berada kedalaman 10 kilometer. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPBD Kalbar Semai 1,6 Ton Garam di Udara untuk Ciptakan Hujan Buatan

BPBD Kalbar Semai 1,6 Ton Garam di Udara untuk Ciptakan Hujan Buatan

Regional
Polisi Buru Pembuat Ijazah Palsu Milik Anggota DPRD Probolinggo

Polisi Buru Pembuat Ijazah Palsu Milik Anggota DPRD Probolinggo

Regional
Viral, Foto Orangutan Tapanuli Terluka Saat Nyasar di Ladang Buah Warga

Viral, Foto Orangutan Tapanuli Terluka Saat Nyasar di Ladang Buah Warga

Regional
9 Museum Akan Dibangun di Tajug Gede Cilodong Purwakarta

9 Museum Akan Dibangun di Tajug Gede Cilodong Purwakarta

Regional
2 Terduga Pelaku Penganiayaan Mahasiswa Timor Leste Ditangkap

2 Terduga Pelaku Penganiayaan Mahasiswa Timor Leste Ditangkap

Regional
Ibu Muda Ini Terkejut Ada 4 Janin Kembar Saat Kehamilan Bulan Keempat, Sebelumnya Hanya 2 Janin

Ibu Muda Ini Terkejut Ada 4 Janin Kembar Saat Kehamilan Bulan Keempat, Sebelumnya Hanya 2 Janin

Regional
Udang Cantik Asal Sulawesi Terancam Punah karena Pencemaran Lingkungan

Udang Cantik Asal Sulawesi Terancam Punah karena Pencemaran Lingkungan

Regional
Detik-detik Kecelakaan Ambulans Jenazah Tabrak Truk yang Tewaskan 5 Orang

Detik-detik Kecelakaan Ambulans Jenazah Tabrak Truk yang Tewaskan 5 Orang

Regional
Cerita Ibu Hamil 8 Bulan Terpapar Kabut Asap di Riau, Khawatirkan Bayi di Kandungan

Cerita Ibu Hamil 8 Bulan Terpapar Kabut Asap di Riau, Khawatirkan Bayi di Kandungan

Regional
Polisi Sebut Telah Menggeledah Rumah Veronica Koman di Jakarta

Polisi Sebut Telah Menggeledah Rumah Veronica Koman di Jakarta

Regional
Video Asusila Berseragam ASN di Jabar Ternyata Guru Honorer di Purwakarta

Video Asusila Berseragam ASN di Jabar Ternyata Guru Honorer di Purwakarta

Regional
Keluarga Ibu Muda yang Lahirkan Bayi Kembar 4 Tak Punya Riwayat Keturunan Kembar

Keluarga Ibu Muda yang Lahirkan Bayi Kembar 4 Tak Punya Riwayat Keturunan Kembar

Regional
Remaja Perkosa Saudari Kandung Gara-gara Video Porno

Remaja Perkosa Saudari Kandung Gara-gara Video Porno

Regional
Ratusan Pekerja Sawit Asal NTT Diberhentikan Tanpa Pesangon

Ratusan Pekerja Sawit Asal NTT Diberhentikan Tanpa Pesangon

Regional
Sungai Cileungsi Kotor Parah, Kang Emil Ambil Tindakan Tegas

Sungai Cileungsi Kotor Parah, Kang Emil Ambil Tindakan Tegas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X