Menteri Siti Nurbaya Jamin Masyarakat Adat Tidak Lagi Dikriminalisasi

Kompas.com - 18/03/2018, 10:11 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.KOMPAS.com/FIRMANSYAH Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.


MINAHASA, KOMPAS.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menjamin tidak akan ada lagi masyarakat adat yang berada di kawasan hutan dikriminalisasi.

Hal ini disampaikan Siti dalam peringatan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat ke-19 di Benteng Moraya, Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu (17/3/2018).

"Tidak akan ada lagi tindakan kriminalitas dan kekerasan oleh aparat terhadap masyarakat adat bila itu berada di wilayah hutan karena itu di bawah kontrol saya," kata Siti disambut riuh tepuk tangan ribuan masyarakat adat anggota Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

Sebelumnya, Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi menyebutkan, sampai saat ini masih ditemukan tindakan represif aparat negara terhadap masyarakat adat di Indonesia.


Baca juga: Sebanyak 1 Juta Masyarakat Adat Terancam Tidak Dapat Hak Pilih

"Di NTT misalnya, kawasan tangkapan air milik masyarakat adat hendak diubah menjadi PLTA, masyarakat adat meminta agar lokasi pembangunan dipindah ke tempat lain dengan memberikan hibah, tetapi pemda menolak," ujar Rukka.

Rukka juga memberikan bukti-bukti lainnya dan meminta pemerintah segera menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat adat.

"Saya jamin masyarakat adat tidak akan dikriminalisasi di kawasan hutan, itu kontrol saya. Namun, kalau di liar kawasan hutan itu bukan kontrol saya lagi," tambah Siti Nurbaya.

Siti Nurbaya juga memberikan kabar bahwa Presiden Joko Widodo telah menunjuk Kemendagri sebagai koordinator dan beberapa kementerian lainnya untuk mengawal Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan dan Pengakuan Masyarakat Adat yang saat ini dibahas di DPR.

Baca juga: AMAN: Perluasan Pasal Zina Berpotensi Mengkriminalisasi Masyarakat Adat

Kasus kriminalisasi dan kekerasan terhadap masyarakat adat memang kerap terjadi, terutama di kawasan hutan. Masyarakat adat yang telah lama mendiami sebuah wilayah dianggap perambah karena wilayah adatnya masuk kawasan hutan.

Di Bengkulu misalnya, pada 2013 empat orang anggota masyarakat adat Semende Banding Agung, Kabupaten Kaur, dipenjara dan pondok mereka dibakar karena dianggap merambah di taman nasional.

Padahal, masyarakat tersebut mendiami kawasan itu jauh sebelum ditetapkan oleh negara.

Kompas TV Sokola Rimba bukanlah sebuah sekolah formal dengan adanya bangunan berdinding dan beratap.




Terkini Lainnya

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Regional
Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Regional
Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Regional
Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Regional
Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Regional
Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Regional
Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Regional
Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik 'Jangan Bunuh Aku' kepada Pembunuhnya

Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik "Jangan Bunuh Aku" kepada Pembunuhnya

Regional
Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Regional
Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Regional
Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Regional
Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Regional
5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Regional

Close Ads X