Cemas atas Maraknya Hoaks dan Isu SARA, Polisi Ini Dakwah dari Masjid ke Masjid

Kompas.com - 17/03/2018, 11:31 WIB
Kompas TV Oleh karena itu, Wiranto mengimbau kepada masyarakat agar tidak termakan isu-isu menyesatkan yang tersebar di media sosial.

(Baca juga: Maraknya Ujaran Kebencian Berkaitan Erat dengan Politik)

Muhlis mengajak masyarakat untuk selalu berpikir kritis terhadap berbagai isu agama, rasisme, dan hoaks yang datag berseliweran. Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpecah belah dalam kutub yang berlawanan hanya karena isu sesat atau hoaks yang dibuat untuk memprovokasi masyarakat.

Dalam pandangan Muhlis, perbedaan itu indah. Sebab, perbedaan merupakan rahmat agar makhluk Tuhan bisa saling mencintai dan menyayangi satu sama lain.

Meski berbeda pilihan politik, beda partai, atau beda dukungan calon, namun bukan berarti masyarakat harus terpecah belah.

"Kami imbau masyarakat agar tetap kokoh dan tidak terpecah belah meskipun ada perbedaan pilihan dan pandangan. Tapi kita tetap bersatu dalam bingkai NKRI," ujar Muhlis.

Profesi ganda sebagai petugas polisi sekaligus juru dakwah yang menyerukan keselamatan dan perdamaian, diakui Muhlis membuat hidupnya terasa lebih tenang dan sejuk.

Meski begitu, Brigpol Muhlis mengaku masih menyimpan kecemasan dengan semakin maraknya ujaran kebencian dan hoaks. Karena itu dia berharap Pilkada Serentak 2018 tetap berlangsung aman, damai, dan tidak menyisakan kebencian di masa depan.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X