Dinosaurus Ramaikan Festival Ogoh-ogoh di Batam - Kompas.com

Dinosaurus Ramaikan Festival Ogoh-ogoh di Batam

Kompas.com - 16/03/2018, 19:42 WIB
Pawai ogoh-ogoh yang dilakukan umat Hindu di Batam.  Perayaan Nyepi 2018 yang dipusatkan di Pura Agung Amerta Bhuana Batam mengambil tema melalui catur brata penyepian, kita tingkatkan solidaritas sebagai perekat keberagaman dalam menjaga keutuhan NKRI.KOMPAS.com/HADI MAULANA Pawai ogoh-ogoh yang dilakukan umat Hindu di Batam. Perayaan Nyepi 2018 yang dipusatkan di Pura Agung Amerta Bhuana Batam mengambil tema melalui catur brata penyepian, kita tingkatkan solidaritas sebagai perekat keberagaman dalam menjaga keutuhan NKRI.

BATAM, KOMPAS.com - Upacara Tawur Kesanga, Festival Ogoh-ogoh dan pagelaran seni budaya menyambut Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1940 di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) berjalan meriah.

Upacara yang dimulai dari pukul 16.00 WIB, Jumat (16/3/2018), diikuti 2.000-an umat Hindu di Batam, dari dewasa hingga anak-anak.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini dimeriahkan ogoh-ogoh dinosaurus, selain ogoh-ogoh lainnya yang berwujud buta kala.

Dalam perayaan Nyepi 2018 yang dipusatkan di Pura Agung Amerta Bhuana, Batam mengambil tema, "Catur Brata Penyepian, Kita Tingkatkan Solidaritas sebagai Perekat Keberagaman dalam Menjaga Keutuhan NKRI".

(Baca juga : Hiasi Festival Cap Go Meh di Bogor, Pawai Ogoh-ogoh Disambut Antusias)

Tepat pukul 18.00 WIB, tiga buah ogoh-ogoh mengelilingi kawasan Sei Ladi dan Taman Baloi Batam.

Sebelum diarak ke jalan raya, ogoh-ogoh berjenis kelamin wanita yang tampak menunggangi hewan purbakala dinosaurus ini terletak di sisi kanan halaman depan Pura Agung Amerta Bhuana.

Alhasil, ogoh-ogoh ini menjadi pusat perhatian umat Hindu yang datang untuk mengikuti rangkaian kegiatan perayaan Hari Raya Nyepi ini.

Ogoh-ogoh ini tidak hanya menjadi pusat perhatian umat maupun warga, namun juga objek untuk berfoto ria. Tidak sedikit umat mengabadikan gambar tepat di depan ogoh-ogoh ini.

Sebelum diarak, dilakukan ritual pembersihan ogoh-ogoh oleh dua orang pemangku. Pembersihan jiwa menggunakan air suci juga dilakukan kepada seluruh umat yang hadir.

(Baca juga : Jelang Hari Raya Nyepi, Internet Mati Pengaruhi Aktivitas Jurnalis dan Warga Bali )

Wayan Catrayasa, ketua panitia perayaan Hari Raya Nyepi 2018 mengatakan, ogoh-ogoh merupakan lambang sifat buruk manusia.

"Dan tahun ini ditambahkan dengan dinosaurus karena melambangkan kesombongan dan keangkuhan. Dinosaurus ini kan sudah tidak ada. Tapi dia terkenal sebagai makhluk yang jahat, angkuh, dan sombong," pungkasnya, Jumat (16/3/2018).

Setelah pawai berakhir, tiga buah ogoh-ogoh ini dimusnahkan sebagai tanda musnahnya sifat buruk manusia yang ada di bumi ini. 


Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X