JR Saragih-Ance Tak Lolos, Demokrat Berang, Partai Pengusung Merasa Dizalimi

Kompas.com - 16/03/2018, 08:35 WIB
Bakal calon Gubernur Sumatera Utara, JR Saragih, usai melaksanakan tes kesehatan di hari pertama, di RSUP Dr Adam Malik, Medan, Kamis (11/1/2018). Tribun Medan/M FadliBakal calon Gubernur Sumatera Utara, JR Saragih, usai melaksanakan tes kesehatan di hari pertama, di RSUP Dr Adam Malik, Medan, Kamis (11/1/2018).

MEDAN, KOMPAS.com - Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara yang kembali menyatakan pasangan JR Saragih- Ance Selian tidak memenuhi syarat (TMS) sebagai peserta Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) 2018 membuat Partai Demokrat berang.

Mereka mengecam dan menyayangkan putusan KPU tersebut. Padahal, pihaknya sudah menyerahkan Surat Keterangan Pengganti Ijazah (SKPI) yang dilegalisasi sebagai syarat.

"KPU Sumut menyatakan legalisir SKPI bukanlah pelaksanaan putusan Bawaslu Sumut sehingga JR-Ance tetap tak memenuhi syarat. Kami menilai KPU telah melampaui kewenangannya dalam mengambil keputusan. Kami meragukan intregritas dan independensi KPU Sumut," kata Sekretaris Departemen Dalam Negeri DPP Partai Demokrat Abdullah Rasyid, Kamis (15/3/2018) malam.

Partai Demokrat akan meminta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk turun tangan memeriksa penyelenggara pemilu di Sumatera Utara.

(Baca juga: KPU Putuskan JR Saragih-Ance Tak Penuhi Syarat Ikut Pilgub Sumut)

Menurut dia, JR Saragih sudah mengantisipasi hal ini dengan mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Medan. Saat ini, persidangannya sudah melewati agenda pemeriksaan saksi dan pembuktian.

"Kita tunggu saja. Mudah-mudahan perjuangan JR Saragih beserta partai pengusung dan tim hukum yang dibentuk Sekjen Demokrat mendapat keadilan," ungkapnya.

Terkait masalah ini, salah satu tim kuasa hukum JR-Ance, Ikhwaluddin Simatupang, Kamis malam, mengaku belum mendapatkan kabar soal penetapan status tersangka JR Saragih.

Namun menurut dia, pasangan JR Saragih-Ance telah menyerahkan fotokopi ijazah Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) dan Hasil Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional Murni (DANEM) atas nama SMA Iklas Prasasti pada 10 Januari 2018.

(Baca juga: JR Saragih Tersangka, Polisi Kantongi Bukti Tanda Tangan Tidak Identik di Ijazah)

Mereka juga telah menyerahkan fotokopi ijazah sarjana hukum Universitas Wijaya Putra, ijazah magister program pascasarjana Universitas Satyagama, dan ijazah doktor program pasacsarjana Universitas Satyagama.

"JR Saragih berpendidikan strata tiga maka syarat minimal jenjang pendidikan untuk menjadi calon gubernur telah terlampaui. Sesuai Pasal 45 ayat (1) dan (2) huruf d angka 1 UU Nomor 10 Tahun 2016, harusnya yang menjadi objek penelitian KPU Sumut adalah ijazah doktor. KPU salah dan keliru dalam membuat keputusan," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buang Bayinya di Tempat Sampah, Pasangan Ini Ditangkap Polisi

Buang Bayinya di Tempat Sampah, Pasangan Ini Ditangkap Polisi

Regional
Dampak PSBB Selama Pandemi, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Subang Menurun

Dampak PSBB Selama Pandemi, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Subang Menurun

Regional
Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Saat Pernikahan Anaknya, Ini Penjelasan Kades

Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Saat Pernikahan Anaknya, Ini Penjelasan Kades

Regional
Satu Perusahaan Minyak Sawit Ditutup gegara 9 Karyawan Positif Corona

Satu Perusahaan Minyak Sawit Ditutup gegara 9 Karyawan Positif Corona

Regional
Di Purbalingga, Tak Bermasker Dihukum Kerja Bakti di Kantor Kecamatan

Di Purbalingga, Tak Bermasker Dihukum Kerja Bakti di Kantor Kecamatan

Regional
Petugas Perlindungan Anak yang Cabuli Siswi SMP Korban Perkosaan Diduga Kabur

Petugas Perlindungan Anak yang Cabuli Siswi SMP Korban Perkosaan Diduga Kabur

Regional
Detik-detik Jembatan Gantung Putus, Warga Sakit yang Ditandu Tewas Usai Jatuh ke Sungai

Detik-detik Jembatan Gantung Putus, Warga Sakit yang Ditandu Tewas Usai Jatuh ke Sungai

Regional
Ada Klaster Komunitas Senam di Karawang, yang Positif Sudah 7 Orang

Ada Klaster Komunitas Senam di Karawang, yang Positif Sudah 7 Orang

Regional
Pungutan Sekolah Harus Dikembalikan, Kepsek: Kami Sudah Terlanjur Belikan Seragam untuk Siswa Baru

Pungutan Sekolah Harus Dikembalikan, Kepsek: Kami Sudah Terlanjur Belikan Seragam untuk Siswa Baru

Regional
Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Regional
Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Regional
Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Regional
Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Regional
Warga Lampung Tewas di Freezer Kapal Cina, Diduga Tergiur Loker Agen Ilegal di Facebook

Warga Lampung Tewas di Freezer Kapal Cina, Diduga Tergiur Loker Agen Ilegal di Facebook

Regional
Pungutan Masuk Sekolah Negeri hingga Jutaan Rupiah, Wali Murid Berharap Bisa Dicicil

Pungutan Masuk Sekolah Negeri hingga Jutaan Rupiah, Wali Murid Berharap Bisa Dicicil

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X