Anas Minta Maaf Selama Musrenbang Pegawainya Tak Bisa Ditelepon

Kompas.com - 15/03/2018, 21:26 WIB
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka Musrenbang Kabupaten Banyuwangi, Kamis (15/3/2018). KOMPAS.COM/Ira RachmawatiBupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka Musrenbang Kabupaten Banyuwangi, Kamis (15/3/2018).

BANYUWANGI, KOMPAS.com — Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta maaf kepada peserta Musyawaran Perencanaan Pembangunan ( Musrenbang) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yang di gelar di Hotel Ketapang Indah, Kamis (15/3/2018).

Ia meminta maaf karena peserta tidak bisa menggunakan telepon seluler ( ponsel) selama Musrenbang berlangsung. Hal itu karena jaringan ponsel peserta sengaja diacak agar tetap fokus pada materi kegiatan.

"Mohon maaf jika ada yang tidak bisa menggunakan smartphone-nya karena memang dalam setiap rapat saya meminta agar sinyal diacak agar peserta enggak main handphone terus," kata Anas dalam pembukaan Musrenbang Kabupaten yang disambut dengan tepuk tangan peserta.

Dengan cara ini, sambung Anas, peserta fokus mengikuti materi kegiatan. Hal tersebut sengaja dilakukan karena jika sekadar diingatkan, peserta tidak akan mematuhi aturan tersebut.

(Baca juga: Musrenbang Luwu Dikejutkan Pengajuan Pengadaan Kondom Bergetar)

"Yang kita bicarakan untuk kepentingan rakyat. Jadi enggak usah cek HP atau cek WA karena sama saja enggak ada sinyal," tuturnya. 

 

Menurut Anas, saat pertama kali memberlakukan aturan tersebut setahun lalu, banyak istri-istri atau suami-suami dari peserta rapat yang bingung mengapa ponsel pasangannya tidak bisa dihubungi selama beberapa jam.

"Tapi sekarang tahu kalau HP-nya enggak aktif 3 atau 4 jam tahu pasti rapat sama Pak Anas. Tapi jangan disalahgunakan ya," tuturnya.

Pada Musrenbang Kabupaten tahun ini, Anas meminta agar anggaran untuk sembilan program prioritas lebih diperhatikan karena berdampak luas terhadap masyarakat.

 

(Baca juga : Saat Buka Musrenbang DKI, Mendagri Sindir Kebebasan Anggota DPR)

Sembilan program prioritas itu antara lain infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian dan UMKM serta organisasi kepemudaan dan perempuan berbasis desa. Anas berharap akuntabilitas dan transparansi anggaran lebih transparan termasuk penggunaan anggaran.

Maka, dalam rangka implementasi rencana aksi yang terintegrasi dari KPK, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan segera menandatangani MoU dengan kejaksaan dan kepolisian agar lebih terukur pengadaan barang dan jasa.

Termasuk juga program yang menuai laporan karena banyaknya interprestasi pada program itu.

"Contohnya, pembangunan badan jalan kan dipendem di dalam tanah laporannya banyak menimbulkan asumsi yang lain-lain. Kita ingin mengurangi titik laporan dipublikasikan termasuk PL-PL (penunjukan langsung), kecuali yang urgent. Kita fokus kualitas lebih fokus sasarannya lebih jelas," pungkas Anas.

Kompas TV Pendapat Ahok Tentang Hubungan dengan Legislatif




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Lengkap Penangkapan Perwira Polisi Pembawa 16 Kg Sabu di Pekanbaru

Kronologi Lengkap Penangkapan Perwira Polisi Pembawa 16 Kg Sabu di Pekanbaru

Regional
Ribut di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Kepala Pengunjung

Ribut di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Kepala Pengunjung

Regional
Demi Membela Diri dan Melindungi Aset Negara, 2 Satpam Ini Malah Divonis Penjara

Demi Membela Diri dan Melindungi Aset Negara, 2 Satpam Ini Malah Divonis Penjara

Regional
Sempat Terendam Air 2 Meter, Banjir di 3 Perumahan di Kabupaten Bogor Mulai Surut

Sempat Terendam Air 2 Meter, Banjir di 3 Perumahan di Kabupaten Bogor Mulai Surut

Regional
Saat Anak Muda Kenalkan Satra Kuno La Galigo: Ceritanya Seperti The Lord of The Rings

Saat Anak Muda Kenalkan Satra Kuno La Galigo: Ceritanya Seperti The Lord of The Rings

Regional
Libur Panjang, hanya 9 Rest Area yang Dibuka di Tol Trans Lampung

Libur Panjang, hanya 9 Rest Area yang Dibuka di Tol Trans Lampung

Regional
Dokter yang Telah Ambil Swab 6.000 Pasien di Padang Positif Covid-19

Dokter yang Telah Ambil Swab 6.000 Pasien di Padang Positif Covid-19

Regional
Perangkat Desa yang Tertular Corona Saat Rapat Sembuh Setelah Dirawat 2 Minggu, Ini Kisahnya

Perangkat Desa yang Tertular Corona Saat Rapat Sembuh Setelah Dirawat 2 Minggu, Ini Kisahnya

Regional
Gempa Guncang Pangandaran, 13 Rumah di Ciamis Rusak

Gempa Guncang Pangandaran, 13 Rumah di Ciamis Rusak

Regional
Kampanye Protokol Kesehatan, Khofifah Gowes Bersarung di Situbondo

Kampanye Protokol Kesehatan, Khofifah Gowes Bersarung di Situbondo

Regional
Fakta Terkini Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, 1 Rumah di Ciamis Rusak, Getaran Terasa hingga Banyumas

Fakta Terkini Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, 1 Rumah di Ciamis Rusak, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Regional
Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Regional
Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X