Terus Dilanda Banjir, Kota Palembang Butuh 60 Kolam Retensi - Kompas.com

Terus Dilanda Banjir, Kota Palembang Butuh 60 Kolam Retensi

Kompas.com - 15/03/2018, 13:16 WIB
Keadaan banjir di salah satu daerah di Kota Palembang. Saat ini Pemkot merencanakan pembuatan kolam retensi sambil melaksanakan program gotong royong pada akhir pekan.Kompas.com/Berry Subhan Putra Keadaan banjir di salah satu daerah di Kota Palembang. Saat ini Pemkot merencanakan pembuatan kolam retensi sambil melaksanakan program gotong royong pada akhir pekan.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, membutuhkan tambahan kolam retensi untuk mengatasi banjir secara maksimal. Sebab, kota itu diperkirakan terus diguyur hujan hingga September mendatang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Harobin Mastofa.

"Penambahan kolam retensi dilakukan secara bertahap. Bisa dibuat di kawasan permukiman penduduk," ujar Harobin, Kamis (15/3/2018).

Menurut dia, kolam retensi memiliki banyak fungsi. Selain menampung air, pengendalian ketika curah hujan tinggi bisa dilakukan di kolam besar di tengah permukiman penduduk.

"Saat ini baru 30 kolam retensi. Harus ditambah lagi. Idealnya mencapai 60 kolam retensi," ucapnya.

Baca juga: Kolam Retensi di Sungai Citarum Diperluas untuk Antisipasi Banjir di Bandung

Harobin menjelaskan, butuh lahan besar untuk membangun kolam retensi, terutama di daerah perkantoran, kawasan bisnis, dan permukiman rawan banjir.

"Segera dilakukan pembangunan. Sambil melanjutkan program pemerintah, gotong royong, bersih-bersih di daerah masing masing. Ini dilakukan setiap akhir pekan," tuturnya.

Harobin menambahkan, meski belum maksimal, inti dari gotong royong yakni mengajak warga membersihkan saluran air, termasuk normalisasi anak Sungai Musi di kawasan permukiman.

"Artinya, tidak dibebankan sepenuhnya kepada pihak Pemkot karena keterbatasan anggaran dan personel. Semua unsur wajib terlibat demi kepentingan bersama," kata Harobin.

Baca juga: Banjir di Bangka Barat, Jembatan Putus dan Jalan Ambruk


Terkini Lainnya

Jadi Tersangka, Caleg Perindo yang Bagikan Minyak Goreng Tak Didiskualifikasi

Jadi Tersangka, Caleg Perindo yang Bagikan Minyak Goreng Tak Didiskualifikasi

Megapolitan
PAN Dinilai Realistis jika Lebih Pentingkan Pileg daripada Kampanyekan Prabowo

PAN Dinilai Realistis jika Lebih Pentingkan Pileg daripada Kampanyekan Prabowo

Nasional
AS Sulit Diterka, Wapres Kalla Ajak Uni Eropa Pererat Hubungan dengan Asia

AS Sulit Diterka, Wapres Kalla Ajak Uni Eropa Pererat Hubungan dengan Asia

Nasional
Tersangka Peluru Nyasar Pernah Mengikuti Sertifikasi Tembak Reaksi

Tersangka Peluru Nyasar Pernah Mengikuti Sertifikasi Tembak Reaksi

Megapolitan
Di Gresik, Bayar SIM dan SKCK Bisa Pakai Uang Elektronik

Di Gresik, Bayar SIM dan SKCK Bisa Pakai Uang Elektronik

Regional
Menuju Indonesia 4.0 dan Membangun Budaya Penelitian Generasi Milenial

Menuju Indonesia 4.0 dan Membangun Budaya Penelitian Generasi Milenial

Edukasi
BNNP DKI Amankan 6 Orang Penghuni Rusun Jatinegara yang Pakai Narkoba

BNNP DKI Amankan 6 Orang Penghuni Rusun Jatinegara yang Pakai Narkoba

Megapolitan
Pemerintah Negosiasi Ulang Pengembangan Jet Tempur KFX/IFX dengan Korsel

Pemerintah Negosiasi Ulang Pengembangan Jet Tempur KFX/IFX dengan Korsel

Nasional
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kemensetneg Ditunda

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kemensetneg Ditunda

Nasional
Anggaran untuk Bangun Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Rp 350 Miliar

Anggaran untuk Bangun Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Rp 350 Miliar

Megapolitan
Berfoto dengan Kontestan Israel, Gelar Miss Earth Lebanon Dicopot

Berfoto dengan Kontestan Israel, Gelar Miss Earth Lebanon Dicopot

Internasional
Kisah Pasukan Oranye Jual Stiker demi Membantu Korban Gempa Sulawesi Tengah...

Kisah Pasukan Oranye Jual Stiker demi Membantu Korban Gempa Sulawesi Tengah...

Megapolitan
Saksikan Rekonstruksi, Ketua DPR Pastikan Tembakan Peluru karena Ketidaksengajaan

Saksikan Rekonstruksi, Ketua DPR Pastikan Tembakan Peluru karena Ketidaksengajaan

Nasional
Transjakarta Buka Rute Baru dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Gondangdia

Transjakarta Buka Rute Baru dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Gondangdia

Megapolitan
Kepala Lapas Pamekasan: Saat Pembalut Dibuka, Ternyata Isinya Handphone...

Kepala Lapas Pamekasan: Saat Pembalut Dibuka, Ternyata Isinya Handphone...

Regional
Close Ads X