Unik, Pengaman Sepeda Motor Ciptaan Siswa SMK Ini Bisa Bingungkan Pencuri - Kompas.com

Unik, Pengaman Sepeda Motor Ciptaan Siswa SMK Ini Bisa Bingungkan Pencuri

Kompas.com - 15/03/2018, 07:22 WIB
Dua siswa SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, Tengaran, Kabupaten Semarang, Anjas Kumala (17) dan Andre Kristanto (17), membuat alat bernama Starter Montor Pinter. Aplikasi berbasis smartphone ini bisa menyalakan dan mematikan sepeda motor dari jarak jauh.SMK Telekomunikasi Tunas Harapan Dua siswa SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, Tengaran, Kabupaten Semarang, Anjas Kumala (17) dan Andre Kristanto (17), membuat alat bernama Starter Montor Pinter. Aplikasi berbasis smartphone ini bisa menyalakan dan mematikan sepeda motor dari jarak jauh.

UNGARAN, KOMPAS.com - Aksi kejahatan pencurian sepeda motor masih marak terjadi. Sejumlah produk pengaman sepeda motor banyak terjual di pasaran, tetapi sistem ini masih belum bisa menghentikan pencurian sepeda motor di tengah masyarakat.

Berangkat dari keresahan ini, dua siswa SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, Tengaran, Kabupaten Semarang, yaitu Anjas Kumala (17) dan Andre Kristanto (17), membuat alat bernama Starter Montor Pinter.

Pengaman sepeda motor berbasis smartphone ini diklaim bisa membuat si pencuri kebingungan.

"Memanfaatkan pengaplikasian Arduino Bluetooth, alat ini bisa menyalakan dan mematikan (sepeda motor) dari jarak jauh. Jadi kontrolnya di smartphone," kata Anjas di sela Telsa Expo 2018 yang digelar di halaman sekolah tersebut, Rabu (14/3/2018) siang.

Baca juga: Hasilnya untuk Senang-senang, Tiga Remaja di Batam Lakukan Curanmor

Anjas yang saat ini tercatat sebagai siswa kelas III Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) ini menjelaskan, selain bisa mengontrol sepeda motor dari jarak jauh, alat ciptaannya ini juga bisa mematikan kelistrikan motor dari dalam secara otomatis. Artinya, sepeda motor tidak akan bisa menyala meski kunci telah dinyalakan.

"Kalau misalnya dicuri tidak bakal bisa nyala karena kontrol penuh di smartphone. Jadi insya Allah aman," imbuh Anjas.

Benar saja, saat dilakukan simulasi alat tersebut. Sepeda motor yang awalnya sudah berjalan kemudian mati seketika setelah Anjas menekan tanda tertentu di layar smartphone-nya. Saat akan kembali dinyalakan, sepeda motor tetap tidak bisa menyala.

Rekan Anjas, Andre Kristianto, mengatakan, biaya untuk membuat alat ini hanya sekitar Rp 200.000. Meski baru sebatas purwarupa, tetapi Starter Montor Pinter ciptaannya ini sudah banyak yang memesan.

"Teman-teman sudah banyak yang inden," kata Andre.

Baca juga: Curi Motor Temannya Sendiri, Pelajar Pelaku Curanmor Ditangkap Polisi

Kepala Sekolah SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, Wisnu Handoko mengatakan, Starter Motor Pinter tersebut adalah salah satu dari berbagai temuan inovasi berbasis komputer jaringan dan multimedia yang dipamerkan di Telsa Expo 2018.

Proyek inovasi yang diciptakan para siswa ini merupakan salah satu program belajar di sekolah. Selain mengasah keterampilan siswa, program tersebut bertujuan memberi ruang siswa untuk berkreasi di bidangnya.

"Karya anak-anak ini sangat dibutuhkan masyarakat, nantinya kami bimbing untuk menyempurnakan produk tersebut sehingga bisa diproduksi massal," kata Wisnu Handoko.

Ia menjelaskan, dalam pameran kali ini ada 14 produk unggulan siswa yang dipamerkan. Sekolah memberikan kebebasan siswa untuk memilih serta memberikan fasilitas komponen dan bahan produk.


"Harapannya akan muncul inovasi-inovasi yang tidak terduga dari para siswa," tuturnya.

Baca juga: Libatkan Lima Anak, Sindikat Curanmor di Ambon Diringkus Polisi

Komentar

Terkini Lainnya

Berita Populer: Rumah Termahal di Dunia, hingga Komentar Mahathir

Berita Populer: Rumah Termahal di Dunia, hingga Komentar Mahathir

Internasional
Kubu Jokowi-Ma'ruf Klaim Banyak Adopsi Visi-Misi Gus Dur

Kubu Jokowi-Ma'ruf Klaim Banyak Adopsi Visi-Misi Gus Dur

Nasional
Belasan Anak di Sukabumi Diduga Jadi Korban Kejahatan Seksual

Belasan Anak di Sukabumi Diduga Jadi Korban Kejahatan Seksual

Regional
Rotasi Pejabat di DKI, PNS Dapat Jabatan Lagi dan Plt Tambah Banyak

Rotasi Pejabat di DKI, PNS Dapat Jabatan Lagi dan Plt Tambah Banyak

Megapolitan
Menengok Fasilitas Penginapan Atlet Asian Para Games di Kemayoran

Menengok Fasilitas Penginapan Atlet Asian Para Games di Kemayoran

Megapolitan
Para Inisiator Hak Angket DPR Kembali Ungkit Kasus Century

Para Inisiator Hak Angket DPR Kembali Ungkit Kasus Century

Nasional
7 Suporter Tewas di Balik Laga Persib Vs Persija, Bobotoh dan JakMania Harus Belajar

7 Suporter Tewas di Balik Laga Persib Vs Persija, Bobotoh dan JakMania Harus Belajar

Regional
4 Fakta Kecelakaan Bus Rombongan SMK I PGRI, 2 Meninggal hingga Berwisata ke Bali

4 Fakta Kecelakaan Bus Rombongan SMK I PGRI, 2 Meninggal hingga Berwisata ke Bali

Regional
Bantahan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Tidak Tega Menampar Suporter hingga Video 'Sengaja' Diedit

Bantahan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Tidak Tega Menampar Suporter hingga Video "Sengaja" Diedit

Regional
Seorang Kakek Diduga Cabuli Teman Cucunya di Depok

Seorang Kakek Diduga Cabuli Teman Cucunya di Depok

Megapolitan
Fakta-fakta soal Penerobosan Rombongan Mobil Presiden di Tol Cimanggis

Fakta-fakta soal Penerobosan Rombongan Mobil Presiden di Tol Cimanggis

Megapolitan
Pendaftaran CPNS 2018 Dimulai Hari Ini, Sudah Siap?

Pendaftaran CPNS 2018 Dimulai Hari Ini, Sudah Siap?

Nasional
Bantu Keluarga Miskin, Seorang Polisi di Bengkulu Kumpulkan Sampah

Bantu Keluarga Miskin, Seorang Polisi di Bengkulu Kumpulkan Sampah

Regional
Politisi PSI: Bung Fadli Zon, Kreativitas Ada Batasnya....

Politisi PSI: Bung Fadli Zon, Kreativitas Ada Batasnya....

Nasional
Kejagung Kembali Jadwalkan Pemeriksaan Alex Noerdin dalam Kasus Dana Bansos Sumsel

Kejagung Kembali Jadwalkan Pemeriksaan Alex Noerdin dalam Kasus Dana Bansos Sumsel

Nasional
Close Ads X