6.200 Balita di Gunung Kidul Alami "Stunting" - Kompas.com

6.200 Balita di Gunung Kidul Alami "Stunting"

Kompas.com - 14/03/2018, 21:33 WIB
Ilustrasi anakKompas Ilustrasi anak

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Data Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, menyebutkan anak kerdil ( stunting) mencapai ribuan orang. Pemerintah berupaya menekan angka pernikahan dini sebagai salah satu faktor penyebabnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Kartini mengatakan, setiap tahun ada sekitar 6.200 balita di Gunung Kidul mengalami stunting.

"Angka balita stunting di Gunung Kidul masih dalam kisaran angka tersebut (6.200). Penyebab dominan memang soal pernikahan dini," ujarnya saat dihubungi Rabu (14/3/2018).

Kartini menjelaskan, pernikahan dini terjadi pada remaja usia 14-18 tahun. Pernikahan dini tersebut berkontribusi 30 persen terhadap jumlah balita stunting. Balita stunting menyebar di beberapa kecamatan, di antaranya Rongkop, Gedangsari, dan Semanu.

"Balita yang lahir akibat pernikahan dini ini akrab lahir tak sempurna dan tumbuhnya lambat. Dimulai ketika lahir hanya memiliki panjang kurang dari 48 sentimeter," tuturnya.

(Baca juga : Jusuf Kalla: Potenti Stunting Tinggi, Indonesia Sudah Diberi Peringatan oleh WHO)

Kartini menjelaskan, penyebab stunting lainnya adalah ibu hamil yang kekurangan sel darah merah atau anemia. Kemudian, ibu hamil yang kekurangan makanan tambahan.

Untuk itu pihaknya berupaya meningkatkan kesehatan ibu hamil melalui Puskesmas, Posyandu hingga PKK.

"Penyuluhan agar balita stunting diberi ASI eksklusif di usia 0-6 bulan. Usia berikutnya diberi pendamping makanan tambahan. Perhatian kepada ibu hamil agar kebutuhan gizi terpenuhi juga kami lakukan," jelasnya.

Penanganan stunting dilakukan lintas sektoral di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam menyediakan air bersih.

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD), dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, untuk mencegah pernikahan dini.

Data dari Disdikpora, angka putus sekolah masih menjadi persoalan. Dari 57.000 anak di sekolah dasar (SD), 17 anak di antaranya (0,03 persen) mengalami putus sekolah.

 

(Baca juga : Awas Stunting, Orangtua Wajib Amati Kenaikan Berat Badan Anak)

Untuk kategori SMP, dari 27.000 anak sekolah, 8 di antaranya (0,03 persen) putus sekolah. Untuk SMA sederajat, dari 27.000 anak, lima di antaranya putus sekolah, atau sekitar 0,02 persen.

"Angka putus sekolah di sini rendah, tetapi kami terus berupaya untuk mencegah," kata Kepala Disdikpora Gunungkidul Bahron Rosyid.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan, stunting menjadi perhatian serius pemerintah. Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibanding negara-negara berpendapatan menengah lainnya di dunia.

Kompas TV Stunting merupakan kondisi ketika seorang anak mengalami gangguan pertumbuhan.


Komentar

Terkini Lainnya

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Megapolitan
Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Megapolitan
Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Nasional
Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Edukasi
Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Megapolitan
Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Internasional
Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Edukasi
Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Megapolitan
Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Nasional
Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Megapolitan
Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan 'Diadopsi' Kampus di China

Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan "Diadopsi" Kampus di China

Internasional
Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas  Bekasi

Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas Bekasi

Megapolitan
Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Nasional
Close Ads X