Hari Raya Nyepi, Bandara Ngurah Rai Berhenti Beroperasi 24 Jam - Kompas.com

Hari Raya Nyepi, Bandara Ngurah Rai Berhenti Beroperasi 24 Jam

Kompas.com - 14/03/2018, 14:13 WIB
Penumpang bersiap menaiki pesawat udara di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (13/12/2017). Aktivitas penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai terpantau normal meskipun Gunung Agung terus mengembuskan asap dengan ketinggian hingga 2.000 meter.ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Penumpang bersiap menaiki pesawat udara di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (13/12/2017). Aktivitas penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai terpantau normal meskipun Gunung Agung terus mengembuskan asap dengan ketinggian hingga 2.000 meter.

DENPASAR, KOMPAS.com — Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, akan menghentikan operasi selama 24 jam pada saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1940. Adapun Nyepi akan jatuh pada Sabtu (17/3/2018).

Penutupan bandara akan dilakukan sejak Sabtu pukul 06.00 Wita sampai dengan Minggu (18/3/2018) pukul 06.00 Wita.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, saat pelaksanaan Nyepi, kami akan menghentikan semua aktivitas pelayanan di bandara. Penutupan berlangsung 24 jam dan bandara kembali beroperasi secara normal pada Minggu, 18 Maret 2018 pukul 06.00,” kata General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi di Kuta, Bali, Rabu (14/3/2018).

Penghentian sementara operasional penerbangan ini mengacu pada Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU/2696/DAU/223168/1796/99 tanggal 1 September 1999 tentang Pengoperasian Bandara Ngurah Rai Denpasar pada Hari Raya Nyepi.

Baca juga: Majelis Agama di Bali Imbau Operator Seluler Hentikan Layanan Saat Nyepi

Dengan penutupan ini, artinya semua penerbangan berjadwal dan carter, baik rute domestik maupun internasional, akan ditiadakan.

Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya 482 penerbangan tidak beroperasi pada saat Nyepi, terdiri dari 244 penerbangan domestik dan 238 internasional. Rute terbanyak adalah tujuan Cengkareng, Kuala Lumpur, Singapura, Perth, dan Surabaya.

Untuk mengatur jadwal penerbangan yang akan datang dan berangkat dari Bali, pihak Angkasa Pura I bekerja sama dengan Airnav Indonesia Cabang Denpasar telah menerbitkan pemberitahuan kepada maskapai dan bandara di seluruh dunia melalui Notice to Airman (Notam) Nomor A0117/18 NOTAMN.

“Rencana penutupan bandara ini sudah diketahui semua pelaku penerbangan di dunia. Kami juga sudah berkoordinasi secara intens dengan para airline. Mereka sudah menyesuaikan dan mengatur jadwalnya dengan periode penutupan bandara,” kata Yanus.

Baca juga: Hari Raya Nyepi, Akses Wisata Gunung Bromo Tutup Total

Kendati mengalami penutupan, pihak bandara akan tetap melayani penerbangan yang bersifat darurat.

“Saat Nyepi nanti akan ada 368 personel kami yang siaga di bandara. Ini kami lakukan untuk mengantisipasi adanya permohonan emergency landing, technical landing, atau medical evacuation. Kami juga didukung Airnav, Imigrasi, Bea dan Cukai, KKP, TNI AU Ngurah Rai, Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai, airline, dan ground handling,” ungkap Yanus.

Berdasarkan data penerbangan berjadwal, Garuda Indonesia (GA897) dari Guangzhou, China, dan GA7049 dari Lombok menjadi penerbangan pertama yang mendarat setelah penutupan.

Sementara Indonesia AirAsia (QZ550) tujuan Kuala Lumpur dan Garuda Indonesia (GA401) tujuan Cengkareng direncanakan menjadi penerbangan pertama yang bertolak dari Bandara I Gusti Ngurah Rai.


Kompas TV Prosesi melasti lazim dilakukan sebelum Hari Raya Nyepi.

Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X