Survei "Kompas": Pilkada Jabar, Sosok yang Diusung Pengaruhi Dukungan Partai - Kompas.com

Survei "Kompas": Pilkada Jabar, Sosok yang Diusung Pengaruhi Dukungan Partai

Kompas.com - 14/03/2018, 08:36 WIB
Para kontestan Pilkada Jabar 2018 dalam acara debat publik 2018 di Sabuga, Senin (12/3/2018).KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Para kontestan Pilkada Jabar 2018 dalam acara debat publik 2018 di Sabuga, Senin (12/3/2018).

KOMPAS.com — Loyalitas pendukung partai politik belum sebanding dengan sosok yang diusung partai tersebut pada Pilkada Jawa Barat 2018.

Hal itu terlihat dari survei Litbang Kompas yang dipublikasi pada Rabu (14/3/2018). Survei menunjukkan bahwa pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi mendapat 42,8 persen suara, pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul memperoleh 39,9 persen suara.

Kemudian, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu meraih 7,8 persen suara dan pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan menggaet 3,1 persen suara. Adapun 6,4 persen suara tidak menjawab atau rahasia.

Baca juga: Survei "Kompas": Banyak Kemungkinan yang Bisa Terjadi pada Pilkada Jateng

Sementara itu, jika dilihat keterpilihan pasangan calon berdasarkan partai pendukung, dalam survei ini, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi mendapat dukungan Golkar-Demokrat 52,9 persen; PDI-P 41,6 persen; Gerindra, PKS, dan PAN 35,5 persen; serta Nasdem, PPP, PKB, dan Hanura 28,8 persen.

Selanjutnya diikuti pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul yang meraih 34,2 persen dari Golkar-Demokrat; 43,2 persen dari PDI-P; 36,4 persen dari Gerindra, PKS, dan PAN; serta 62,7 persen dari Nasdem, PPP, PKB, dan Hanura.

Berikutnya, untuk pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan Sudrajat-Ahmad Syaikhu dari Golkar-Demokrat memperoleh 3,2 persen; PDI-P 8,0 persen; Gerindra, PKS, dan PAN 0,8 persen; serta dari Nasdem, PPP, PKB, dan Hanura 1,7 persen.

Yang terakhir, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu memperoleh 4,3 persen dari Golkar-Demokrat; 4,0 persen dari PDI-P; 21,5 persen dari Gerindra, PKS, dan PAN; serta 3,4 persen dari Nasdem, PPP, PKB, dan Hanura.

Baca juga: Survei "Kompas": Pilkada Jatim, Elektabilitas Khofifah dan Gus Ipul Hanya Selisih 0,5 Persen 

Laporan lengkap survei Litbang Kompas ini bisa dibaca di harian Kompas yang terbit hari ini, Rabu (14/3/2018), berjudul "Ujian Loyalitas Partai Kader".

Sumber: Litbang Kompas 2018/RFC/BES | Infografik: Dimas Infografik Peluang Keterpilihan Paslon Pilkada Jawa Barat

Dari survei yang dilakukan berupa pertanyaan bersifat langsung dan simulasi surat suara yang bersifat tertutup itu, didapat hasil bahwa keterpilihan suatu pasangan dipengaruhi seberapa dikenalnya pasangan itu oleh masyarakat di daerah tersebut.

Sebagai contoh, pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan. Ternyata belum banyak orang yang mengetahui sosok TB Hasanuddin sebagai purnawirawan jenderal bintang dua yang lahir di Majalengka. Sama halnya dengan Anton Charliyan, mantan Kapolda Jabar yang lahir di Tasikmalaya. Pasangan ini hanya memperoleh 15 persen pemilih.

Begitu pula dengan PKS. Seperti diketahui, Jabar jadi basis massa partai ini dalam 10 tahun terakhir. Namun, dari survei Litbang Kompas, PKS bersama Gerindra dan PAN yang mengusung Sudrajat-Ahmad Syaikhu hanya mendapat 4,5 persen suara responden melalui metode pertanyaan terbuka.

Sementara melalui simulasi kertas suara tertutup, pasangan ini meraih sekitar 7,8 persen suara. Dengan demikian, pasangan Asyik ini juga menempati posisi bawah.

Bahkan, Ahmad Syaikhu yang menjadi Wakil Wali Kota Bekasi pun belum bisa menggaet banyak pendukung PKS di sana. Begitu juga di Bogor, Depok, dan Sukabumi. Bisa jadi karena belum banyak masyarakat Jabar yang mengenal Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

*Simak artikel selengkapnya yang ditulis Bestian Nainggolan/Litbang Kompas berjudul "Ujian Loyalitas Partai Kader" yang diterbitkan di harian Kompas pada Rabu (14/3/2018). Anda juga bisa menyimak berita ini di Kompas.id.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X