Hendak ke Malaysia, Puluhan TKI Ilegal Asal Bima Diamankan di Semarang - Kompas.com

Hendak ke Malaysia, Puluhan TKI Ilegal Asal Bima Diamankan di Semarang

Kompas.com - 13/03/2018, 20:06 WIB
Kepala Bidang Pembinaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Kabupaten Bima, H Mustafah KOMPAS.com/Syarifudin Kepala Bidang Pembinaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Kabupaten Bima, H Mustafah

BIMA, KOMPAS.com - Kepala Bidang Pembinaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, H Mustafah mengatakan, puluhan calon TKI asal Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditangkap kepolisian Semarang, Jawa Tengah.

Mustafah menjelaskan, puluhan TKI ilegal tersebut ditangkap polisi saat akan memasuki terminal Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, dua pekan lalu. Bersama mereka, juga diamankan 3 orang balita yang akan diajak serta ke Malaysia.

"Informasi yang kita peroleh dari Dinas Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, keseluruhan ada 37 orang yang diamankan, 34 dewasa terdiri dari laki-laki dan perempuan serta 3 anak-anak," tuturnya, Selasa (13/3/2018).

Mereka merupakan warga Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Puluhan orang ini dalam perjalanan menuju Malaysia tanpa dokumen sah dari keimigrasian.

"Mereka ditahan karena tidak punya izin resmi, hanya bermodalkan paspor pelancong," tutur Mustafah.

(Baca juga : Data di Paspor Berumur 39 Tahun, Ternyata Usia TKI Milka 68 Tahun )

Ia mengungkapkan, rombongan calon TKI ilegal itu berangkat dari Bima menggunakan bus. Rencannya, mereka akan masuk ke negara tetangga tersebut melalui Pontianak.

"Mereka itu ingin ke Malaysia untuk bekerja sebagai buruh di ladang sawit," ucapnya.

Menurut Mustafah, keberangkatan mereka ke Malaysia bukan inisiatif sendiri. Ia menduga, mereka nekat ke Malaysia menggunakan paspor pelancong karena tergiur dengan penawaran oknum tertentu yang menjanjikan pekerjaan berupah besar.

"Mereka itu punya keluarga di sana. Kemungkinan, mereka ditawarkan untuk bekerja di sebuah perkebunan kelapa sawit melalui jalur ilegal," ujarnya

Seluruh TKI yang akan bekerja secara ilegal itu telah menjalani pemeriksaan intensif Kepolisian setempat. Setelah menjalani pemeriksaan, puluhan TKI dititipkan ke tempat penampungan milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

"Sudah dua minggu mereka dititipkan ke Dinas Sosial provinsi Jawa Tengah. Sementara kasusnya masih didalami Polda setempat," ucapnya.

(Baca juga : Jenazah TKI Milka Penuh Jahitan, Keluarga Lapor Polisi )

Mengetahui hal itu, pemerintah setempat terus berupaya berkoordinasi untuk kepulangan mereka ke kampung halaman. Ia juga memastikan kebutuhan mereka di tempat penampungan tercukupi.

"Mereka aman-aman saja. Sekarang kami juga intens berkoordinasi dan meminta bantuan pemerintah di Jawa Tengah untuk membujuk mereka pulang," imbuhnya.

Namun, upaya pemerintah membujuk para calon TKI ilegal itu pulang tak membuahkan hasil. Mereka bersikukuh menolak pulang dan memilih ke Malaysia dengan alasan ingin bekerja.


Karena bersikeras ingin pergi ke Malaysia, proses kepulangan mereka terpaksa dipertimbangkan. Pemerintah pun bersedia mengurus dokumen agar bisa diberangkatkan ke luar negeri. 

"Kita lagi upayakan. Petugas kami akan diberangkatkan ke Jawa Tengah untuk melengkapi administrasi. Selanjutnya, kita akan memfasilitasi mereka untuk dikirim ke negara tujuan. Bahkan, saat ini ada PJTKI resmi yang menawarkan untuk merekrut mereka dan dipekerjakan di Malaysia," pungkasnya.

Komentar

Terkini Lainnya

Berita Populer: Rumah Termahal di Dunia, hingga Komentar Mahathir

Berita Populer: Rumah Termahal di Dunia, hingga Komentar Mahathir

Internasional
Kubu Jokowi-Ma'ruf Klaim Banyak Adopsi Visi-Misi Gus Dur

Kubu Jokowi-Ma'ruf Klaim Banyak Adopsi Visi-Misi Gus Dur

Nasional
Belasan Anak di Sukabumi Diduga Jadi Korban Kejahatan Seksual

Belasan Anak di Sukabumi Diduga Jadi Korban Kejahatan Seksual

Regional
Rotasi Pejabat di DKI, PNS Dapat Jabatan Lagi dan Plt Tambah Banyak

Rotasi Pejabat di DKI, PNS Dapat Jabatan Lagi dan Plt Tambah Banyak

Megapolitan
Menengok Fasilitas Penginapan Atlet Asian Para Games di Kemayoran

Menengok Fasilitas Penginapan Atlet Asian Para Games di Kemayoran

Megapolitan
Para Inisiator Hak Angket DPR Kembali Ungkit Kasus Century

Para Inisiator Hak Angket DPR Kembali Ungkit Kasus Century

Nasional
7 Suporter Tewas di Balik Laga Persib Vs Persija, Bobotoh dan JakMania Harus Belajar

7 Suporter Tewas di Balik Laga Persib Vs Persija, Bobotoh dan JakMania Harus Belajar

Regional
4 Fakta Kecelakaan Bus Rombongan SMK I PGRI, 2 Meninggal hingga Berwisata ke Bali

4 Fakta Kecelakaan Bus Rombongan SMK I PGRI, 2 Meninggal hingga Berwisata ke Bali

Regional
Bantahan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Tidak Tega Menampar Suporter hingga Video 'Sengaja' Diedit

Bantahan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Tidak Tega Menampar Suporter hingga Video "Sengaja" Diedit

Regional
Seorang Kakek Diduga Cabuli Teman Cucunya di Depok

Seorang Kakek Diduga Cabuli Teman Cucunya di Depok

Megapolitan
Fakta-fakta soal Penerobosan Rombongan Mobil Presiden di Tol Cimanggis

Fakta-fakta soal Penerobosan Rombongan Mobil Presiden di Tol Cimanggis

Megapolitan
Pendaftaran CPNS 2018 Dimulai Hari Ini, Sudah Siap?

Pendaftaran CPNS 2018 Dimulai Hari Ini, Sudah Siap?

Nasional
Bantu Keluarga Miskin, Seorang Polisi di Bengkulu Kumpulkan Sampah

Bantu Keluarga Miskin, Seorang Polisi di Bengkulu Kumpulkan Sampah

Regional
Politisi PSI: Bung Fadli Zon, Kreativitas Ada Batasnya....

Politisi PSI: Bung Fadli Zon, Kreativitas Ada Batasnya....

Nasional
Kejagung Kembali Jadwalkan Pemeriksaan Alex Noerdin dalam Kasus Dana Bansos Sumsel

Kejagung Kembali Jadwalkan Pemeriksaan Alex Noerdin dalam Kasus Dana Bansos Sumsel

Nasional
Close Ads X