Anggota Panwas Jadi Korban Pencurian dengan Modus Pecah Kaca Mobil - Kompas.com

Anggota Panwas Jadi Korban Pencurian dengan Modus Pecah Kaca Mobil

Kompas.com - 13/03/2018, 18:24 WIB
Ilustrasi Pencurian Mobil Ilustrasi Pencurian Mobil

MAGELANG, KOMPAS.com - Salah satu anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Magelang, Jawa Tengah, menjadi korban pencurian dengan modus pecah kaca mobil. Peristiwa itu terjadi di depan kantor Panwaslu setempat, Senin (12/3/2018) petang.

Korban bernama Supriadi (53), komisioner Bidang Hukum, diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 4,5 Juta akibat aksi kriminal itu.

Kepala Bagian Humas Polres Magelang Kota, AKP Esti Wardiani, menjelaskan, perampokan itu diduga dilakukan pelaku ketika korban meninggalkan mobilnya di depan kantor Panwas untuk menunaikan shalat maghrib.

Usai shalat, korban diberitahu seorang temannya bahwa kaca mobil kanan belakang pecah. Ketika itu mobil dalam keadaan terkunci. Korban memarkir mobil Toyota Avanza silver di Jalan Diponegoro, tepat di depan kantor Panwaslu, menghadap utara. Seorang saksi memberitahu kalau kaca mobilnya sudah pecah," jelas Esti dikonfirmasi, Selasa (113/3/2018).

Baca juga : Pecah Kaca Mobil, Dua Pria Rampok Rp 850 Juta Milik Pengusaha di Ambon

Esti melanjutkan, korban langsung mengecek kondisi mobilnya dan benar kaca mobilnya sudah pecah. Tidak hanya itu, barang-barang milik korban di dalam mobil sudah raib diduga digondol pelaku.

"Satu tas korban hilang, isinya laptop, baju, dan dokumen yang ditaruh di bagasi belakang jok," katanya,

Menurut Esti, dilihat dari kronologinya, diduga pelaku sudah mengincar mobil korban sebelum melancarkan aksi. Pihaknya sudah mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Pelaku berhasil kabur, kami sudah mencari sejumlah petunjuk untuk dapat menemukan pelaku," tandasnya.

Baca juga : Hanya Lima Menit, Pelaku Pecah Kaca Mobil Gasak Uang Pengusaha Demak

Esti mengaku masih fokus pada penyelidikan terkait motif dan memburu pelaku. Pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah kasus ini bermuatan politis atau kriminal murni.

Kompas TV Akibat aksi pelemparan itu, dua orang jemaah umrah terluka akibat terkena serpihan kaca.


Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X