Gus Mus: Meski Medsos Membikin Orang Gila, Jangan Ikut Gila

Kompas.com - 13/03/2018, 16:49 WIB
Budayawan yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Mustofa Bisri atau Gus Mus dalam Dialog Kebangsaan Merajut Kebersamaan dalam Kebhinekaan di Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Selasa (13/3/2018). KOMPAS.com/Andi HartikBudayawan yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Mustofa Bisri atau Gus Mus dalam Dialog Kebangsaan Merajut Kebersamaan dalam Kebhinekaan di Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Selasa (13/3/2018).

MALANG, KOMPAS.com - Budayawan sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama (NU), KH Mustofa Bisri atau Gus Mus meminta negara untuk tegas menindak pelanggar hukum. Tidak peduli siapapun pihak yang melakukan perbuatan melawan hukum tersebut.

Hal itu disampaikan Gus Mus menanggapi terungkapnya Kelompok Muslim Cyber Army (MCA) yang melakukan aktivitas menyebarkan ujaran kebencian, hoaks, dan diskriminasi SARA.

"Negara harus tegas. Harus tegas. Ada pelanggaran harus ditindak. Siapapun yang melakukannya. Ini kan negara hukum," kata Gus Mus seusai dialog kebangsaan "Merajut Kebersamaan dalam Kebhinekaan" di Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), Selasa (13/3/2018).

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah itu mengatakan, sekali pelanggaran hukum tidak ditindak tegas, proses hukum akan tidak dihargai lagi.

(Baca juga : Ini Alasan Hoax ala Saracen dan MCA Lebih Cepat Menyebar )

"Semua yang melanggar hukum harus ditindak. Jangan dikasih tolerir. Kalau melanggar hukum ditolerir akhirnya kasus hukum tidak dihargai," tegasnya.

Peraih penghargaan Yap Thiam Hien tahun 2017 itu enggan menduga-duga, siapa dalang di balik kelompok penyebar hoaks itu. "Nah, silakan menebak-nebak. Ini kan negara teka-teki," katanya sembari tertawa.

Namun ia meminta semua pihak tidak kehilangan akal sehat di tengah merebaknya kabar hoaks melalui media sosial.

"Umat jangan sampai kehilangan akal sehat, paringane Gusti Allah. Meskipun media sosial itu membikin orang gila, jangan ikut gila," katanya.

Ia pun meminta supaya kebhinekaan yang sudah terjadi di Indonesia tetap dijaga. "Ya harus menyadari lah, kalau Indonesia rumah kita semua. Harus kita jaga bersama - sama," ungkapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buntut Konser Dangdut, Pemkot Tegal Larang Hiburan dan Batasi Tamu Hajatan

Buntut Konser Dangdut, Pemkot Tegal Larang Hiburan dan Batasi Tamu Hajatan

Regional
Kepala SD di Tegal Meninggal karena Covid-19, Seorang Guru Ikut Terpapar

Kepala SD di Tegal Meninggal karena Covid-19, Seorang Guru Ikut Terpapar

Regional
Dokter Senior dan Mantan Ketua PSMS Medan Meninggal akibat Covid-19

Dokter Senior dan Mantan Ketua PSMS Medan Meninggal akibat Covid-19

Regional
Video Viral Buaya Putih di Sungai Brantas, Tim Diturunkan Lakukan Pencarian

Video Viral Buaya Putih di Sungai Brantas, Tim Diturunkan Lakukan Pencarian

Regional
Kasus Corona Melonjak, Pemkot Serang Siapkan 5 RS untuk Menampung

Kasus Corona Melonjak, Pemkot Serang Siapkan 5 RS untuk Menampung

Regional
Diduga Culik dan Bawa Siswi SD ke Malaysia, Pemuda 19 Tahun Ditangkap

Diduga Culik dan Bawa Siswi SD ke Malaysia, Pemuda 19 Tahun Ditangkap

Regional
Keluarga Minta Jenazah WNI Sandera Abu Sayyaf Segera Dipulangkan ke Buton

Keluarga Minta Jenazah WNI Sandera Abu Sayyaf Segera Dipulangkan ke Buton

Regional
Ayah yang Siksa dan Buang Anaknya di Riau Jadi Tersangka dan Ditahan

Ayah yang Siksa dan Buang Anaknya di Riau Jadi Tersangka dan Ditahan

Regional
Gunung Kembali Semeru Dibuka, Pengelola TNBTS: Pendakian di Akhir Pekan Penuh

Gunung Kembali Semeru Dibuka, Pengelola TNBTS: Pendakian di Akhir Pekan Penuh

Regional
25 Tahun Tepu Terbaring Kaku Seperti Kayu, Ini Penjelasan Dokter Saraf Soal Penyakitnya

25 Tahun Tepu Terbaring Kaku Seperti Kayu, Ini Penjelasan Dokter Saraf Soal Penyakitnya

Regional
Wajah Nenek 75 Tahun Semringah Saat Gubuk Reyot Miliknya Didatangi TNI

Wajah Nenek 75 Tahun Semringah Saat Gubuk Reyot Miliknya Didatangi TNI

Regional
Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Regional
Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Regional
Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Regional
Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X