Perpustakaan Nasional Rawat Kitab yang Berusia 300 Tahun di Pamekasan

Kompas.com - 13/03/2018, 16:17 WIB
Petugas dari Perpustakaan Nasional sedang melakukan laminasi kitab berusia ratusan tahun di Pamekasan Kode Penulis : KOMPAS.com/Taufiqurrahman arinPetugas dari Perpustakaan Nasional sedang melakukan laminasi kitab berusia ratusan tahun di Pamekasan

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Perpustakaan Nasional merawat ratusan kitab kuno yang hampir punah di Perpustakaan Raden Umra, Pondok Pesantren Sumber Anyar, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Selasa (13/3/2018). Preservasi ini melibatkan 10 tenaga ahli dari Jakarta.

Kitab kuno yang ditulis tangan itu diperkirakan berusia 300 tahun lebih. Kondisinya pun sangat memprihatinkan.

Kitab kuno itu dilestarikan dengan dua cara. Pertama sisi kitab dan beberapa lembar halaman yang rusak ditambal. Ada pula yang diberi laminasi dengan tisu khusus dari Jepang. Kedua, dengan cara alih media menggunakan kamera untuk dipotret setiap lembar kitab.

Aris Riadi, koordinator Tim Pusat Preservasi Pelestarian Naskah, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menjelaskan, koleksi kitab kuno yang ada di Pesantren Sumber Anyar itu berusia sangat tua. Bahkan kertas yang digunakan, yakni jenis daluang yang diperkirakan digunakan pada abad 14 di Indonesia.

“Kitab di sini usianya tua sekali. Makanya perlu diselamatkan agar kondisinya tetap utuh dan bisa dilihat oleh generasi yang akan datang kitab seperti seperti pada saat nenek moyang membuatnya, meskipun kondisinya sudah tidak mirip,” terang Aris Riadi.

Baca juga : Jenazah TKI Milka Penuh Jahitan, Keluarga Lapor Polisi

Preservasi tersebut, imbuh Aris, dalam rangka menyelamatkan warisan budaya Indonesia yang usianya sudah melampaui generasi yang ada saat ini. Dengan demikian, jati diri bangsa dan identitas Indonesia diketahui oleh genarasi berikutnya, melalui karya-karya orang-orang terdahulu.

Aris menambahkan, setelah kitab-kitab kuno tersebut dilestarikan, maka ketahanannya diperkirakan akan sampai ratusan tahun mendatang. Sebab kitab yang ada, bentuk dan isinya tidak ada yang berubah. Yang ada hanya dilindungi agar keasaman kertas yang disebabkan usia atau lingkungan bisa hilang sehingga kitab kuno tersebut bisa awet.

Sementara itu, Habibullah Bahwi, penjaga Perpustakaan Raden Umra merasa bersyukur dengan adanya upaya penyelamatan naskah-naskah kuno tersebut. Sebab, selama ini, kitab-kitab tersebut tanpa perawatan yang maksimal.

Kitab-kitab tersebut sangat langka di dunia. Seperti dua kitab yang ada, yakni kitab Bahrul Lahut dan kitab Al Muhith. Kitab Bahrul Lahut diketahui ditulis oleh Syeikh Abdullah Arif asal Aceh. Isi kitab ini lengkap dan hanya ada di Pamekasan.

Baca juga : Cinta Ditolak, Samiono Ceburkan Diri ke Sumur hingga Tewas

Sedangkan kitab Al Muhith, yang ada hanya di perpustakaan Univerisitas Al Azhar, Kairo, Mesir dalam bentuk cetakan. Sedangkan di Pamekasan, masih bentuk tulisan tangan dengan jenis kertas daluang.

“Kitab-kitab yang ada di perpustakaan Raden Umra itu ditulis pada sekitar tahun 1700-an, berdasarkan watermark yang ada di kertas kitab. Yang lebih kuno dari kitab tersebut adalah daun lontar. Namun lontar-lontar tersebut sudah musnah karena tidak tahu bagaimana merawatnya,” ungkap Habibullah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Covid-19 Meninggal Setelah Kabur dari Rumah Sakit, Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Pasien Covid-19 Meninggal Setelah Kabur dari Rumah Sakit, Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Regional
Pura-pura Jadi Pembeli, Eks Karyawan Toko Emas Rampok Perhiasan Senilai 170 Juta

Pura-pura Jadi Pembeli, Eks Karyawan Toko Emas Rampok Perhiasan Senilai 170 Juta

Regional
Gubernur Sulsel Tunjuk 7 Pjs Gantikan Bupati yang Cuti Kampanye, Ini Rinciannya...

Gubernur Sulsel Tunjuk 7 Pjs Gantikan Bupati yang Cuti Kampanye, Ini Rinciannya...

Regional
Kota Malang Masih Zona Merah, Jalan Ijen Ditutup Saat Akhir Pekan

Kota Malang Masih Zona Merah, Jalan Ijen Ditutup Saat Akhir Pekan

Regional
Temukan Wanita Pingsan di Pinggir Sungai, Bukannya Ditolong Malah Diperkosa 5 Pria

Temukan Wanita Pingsan di Pinggir Sungai, Bukannya Ditolong Malah Diperkosa 5 Pria

Regional
3 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan IGD RS Abdul Manap Jambi Ditutup

3 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan IGD RS Abdul Manap Jambi Ditutup

Regional
Bupati Serang dan Pandeglang Cuti Kampanye, Wagub Banten Tunjuk 2 Pjs

Bupati Serang dan Pandeglang Cuti Kampanye, Wagub Banten Tunjuk 2 Pjs

Regional
Ketua PN Lubuk Basung Sumbar Meninggal karena Tenggelam di Kolam Renang

Ketua PN Lubuk Basung Sumbar Meninggal karena Tenggelam di Kolam Renang

Regional
Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 263 dan Sembuh 195 Orang

Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 263 dan Sembuh 195 Orang

Regional
Sekda Bener Meriah dan Istrinya Positif Covid-19, Jalani Karantina Mandiri

Sekda Bener Meriah dan Istrinya Positif Covid-19, Jalani Karantina Mandiri

Regional
Seorang Wanita Tewas usai Diperkosa 5 Pria di Pinggir Sungai

Seorang Wanita Tewas usai Diperkosa 5 Pria di Pinggir Sungai

Regional
Menangis dan Celana Berlumuran Darah Saat Tiba di Rumah, Bocah SD Ini Mengaku Dicabuli Tetangga

Menangis dan Celana Berlumuran Darah Saat Tiba di Rumah, Bocah SD Ini Mengaku Dicabuli Tetangga

Regional
Gegara Kata 'Nyawiji', Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Gegara Kata "Nyawiji", Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Regional
Cegah Covid-19, Pemkot Surabaya Mulai Lakukan Tes Swab di Pondok Pesantren

Cegah Covid-19, Pemkot Surabaya Mulai Lakukan Tes Swab di Pondok Pesantren

Regional
Seorang ASN Kesbangpol Kudus Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Kantor

Seorang ASN Kesbangpol Kudus Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Kantor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X