Sambangi Keraton Sambas, Cagub Kalbar Dapat Kejutan Kue Ulang Tahun - Kompas.com

Sambangi Keraton Sambas, Cagub Kalbar Dapat Kejutan Kue Ulang Tahun

Kompas.com - 13/03/2018, 15:02 WIB
Calon Gubernur Kalbar Karolin Margret Natasa meniup lilin kue ulang tahun yang diberikan pihak Kerabat Istana Alwatzikhoebillah (13/3/2018) KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Calon Gubernur Kalbar Karolin Margret Natasa meniup lilin kue ulang tahun yang diberikan pihak Kerabat Istana Alwatzikhoebillah (13/3/2018)

SAMBAS, KOMPAS.com - Calon Gubernur Kalimantan Barat Karolin Margret Natasa mendapat kejutan kue ulang tahun saat tengah memperkenalkan diri kepada Kerabat Istana Alwatzikhoebillah (Keraton Sambas), Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Selasa (13/3/2018).

Kue ulang tahun tersebut dibawa oleh rombongan ibu-ibu dari dalam ruangan keraton ke ruang tengah tempat kerabat dan masyarakat yang hadir. Hari ulang tahun ke-36 Karolin jatuh pada Senin (12/3/2018) kemarin.

Karolin datang bersilaturahmi ke Keraton Sambas didampingi pasangannya, calon Wakil Gubernur Suryadman Gidot.

Majelis Pemangku Adat Istana Alwatzikhoebillah Sambas, Uray Fahmi Reza mewakili pihak istana menyebutkan, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada paslon itu yang telah menjalin silaturahmi dengan kerabat Istana Alwatzikhoebillah di Kabupaten Sambas.

Uray menandaskan, siapapun pasangan calon yang akan bersilaturahmi, pihak keraton akan menerimanya.

"Kami sangat mengapresiasi paslon ini yang mau berkunjung ke mari, sehingga kita harapkan siapapun nanti yang akan menjabat sebagai pemimpin Kalbar, bisa memperhatikan istana ini," kata Uray, Selasa (13/3/2018).

Baca juga : Usai Cabut Nomor Urut, Pasangan Karolin-Gidot Pulang Naik Gojek

Uray menjelaskan, Istana itu dulunya memang sebuah pusat pemerintahan kesultanan Melayu di Sambas yang menaungi banyak suku, mulai suku Dayak, Melayu, China dan suku lainnya.

Kemudian, bangsa ini dibangun dengan perjanjian antara Presiden Soekarno dan raja-raja nusantara untuk bersatu menjadi sebuah negara bernama Indonesia.    

"Saat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, semua kerajaan yang ada berikut rakyat ulayat yang ada bersama-sama menyumbangkan semua harta dan jiwa raganya untuk kemerdekaan negara ini. Dengan demikian diharapkan ke depan siapa pun gubernurnya bisa memperhatikan Istana ini," kata Uray.

Sementara itu, Karolin yang mendapat kejutan tepat sehari setelah hari ulang tahunnya itu menyampaikan terima kasih kepada pihak Istana atas sambutan dan kue ulang tahunnya.

"Ini benar-benar kejutan yang luar biasa dan saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kerabat Istana Alwatzikhoebillah Sambas," ujar Karolin.

Dalam kesempatan tersebut, Karolin juga menyampaikan ucapan terima kasih dari gubernur Kalbar sebelumnya, Cornelis kepada masyarakat Sambas dan Kalbar umumnya karena selama dua periode telah mendukung pemerintahannya, sehingga daerah ini bisa menjadi aman, tentram dan pembangunannya terus berlanjut.

"Pak Cornelis juga menyampaikan permohonan maafnya kepada semua warga jika selama ini masih banyak yang kurang, banyak pembangunan yang belum selesai, sehingga hal ini yang menyebabkan saya untuk bersedia maju agar bisa melanjutkan pekerjaan ayah saya yang belum selesai," ujarnya.

Baca juga : Pilkada Kalbar, Karolin Tepis Isu Politik Dinasti

Menurut Karolin, banyak program pembangunan yang belum bisa diselesaikan pasangan gubernur dan wakil gubernur sebelumnya, Cornelis-Christiandy selama dua periode. Hal itu karena kondisi geografis dan keterbatasan anggaran yang ada.

Mantan anggota DPR dua periode itu mencontohkan, pembangunan di Kabupaten Sambas, terutama pembangunan di PLBN Aruk yang saat ini masih belum sepenuhnya rampung karena masih banyak akses infrastruktur yang perlu dibenahi. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pasangan ini jika terpilih.

"Terkait Istana Sambas ini tentu tidak akan kita lupakan karena kita tahu betul peran keraton dan Istana yang ada di Indonesia sangat besar dalam kemerdekaan negara ini," ujar Karolin.

"Makanya dalam visi dan misi kita, kita menjadikan pelestarian budaya sebagai salah satu program utama kita," katanya.

Kompas TV Pilkada Serentak 2018 diramaikan dengan hadirnya para kandidat yang tergolong muda usia. Mereka tak gentar bersaing menjadi gubernur dan wakil gubernur.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X