BRI Kediri Masih Data Jumlah Korban dan Kerugian Akibat Transaksi Misterius - Kompas.com

BRI Kediri Masih Data Jumlah Korban dan Kerugian Akibat Transaksi Misterius

Kompas.com - 13/03/2018, 13:43 WIB
Polisi berada di kantor Unit BRI Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.Kompas.com/M Agus Fauzul Hakim Polisi berada di kantor Unit BRI Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

KEDIRI, KOMPAS.com - Jumlah nasabah yang menjadi korban dan nilai kerugian akibat dugaan kejahatan skimming yang terjadi d Bank Rakyat Indonesia (BRI) area Cabang Kediri, Jawa Timur, hingga kini belum diketahui.

"Mohon maaf saya belum bisa matur (sebut) angka," ujar Sumarsono, asisten Manager Operasional Bank BRI Cabang Kediri saat dikonfirmasi, Selasa (13/3/2018).

Sumarsono mengatakan, hingga kini manajamen BRI unit yang menjadi korban transaksi misterius itu masih belum memberikan laporan terkait jumlah kerugian kepada BRI cabang. Saat ini, para petugas yang di lapangan masih fokus pada penanganan terhadap pengaduan para nasabahnya.

Untuk penyelesaian masalah ini, dia meminta nasabah untuk tidak panik karena mekanisme penyelesaian tengah berproses. Kebijakan-kebijakan juga diambil, misalnya, dengan mengajukan prioritas penanganan di tingkat pusat agar masalah ini cepat selesai.

"Yang di Kediri ini agar menjadi prioritas penanganan," ujarnya.

Baca juga : Kasus Uang di Rekening BRI Hilang Misterius, Ini 3 Anjuran untuk Nasabah

Begitu juga dengan target penyelesaian masalah, pihaknya belum bisa memastikan karena menunggu tuntasnya pengaduan dari nasabah. Hanya saja, mengacu pada prosedur penyelesaian pengaduan adalah 14 hari.

Sebelumnya diberitakan, 3 kantor unit bank BRI di wilayah Kediri bagian selatan menjadi korban kejahatan yang diduga skimming. Ke tiga unit itu adalah BRI Unit Ngadiluwih, BRI Unit Purwokerto, serta BRI Unit Kandat.

Banyak dari nasabah di tiga unit BRI itu kehilangan uang tabungannya. Kisaran uang yang hilang antara Rp 500.000, Rp 4 juta, hingga Rp 10 juta. Rata-rata uang mereka hilang setelah menerima pesan singkat berisi transaksi debet melalui ponselnya.

Baca juga : Transaksi Misterius yang Bikin Uang Nasabah BRI Mendadak Raib

Pesan pendek itu masuk ke ponsel mereka pada saat hari libur, yaitu Minggu. Hal ini cukup membuat kaget nasabah karena mereka mengaku tidak sedang menggunakan transaksi itu.


Akibat peristiwa itu, banyak nasabah yang mendatangi tiga bank itu, Senin (12/3/2018), untuk mengklarifikasi transaksi itu. Kondisi ini membuat aparat kepolisian diterjunkan untuk mengantisipasi keamanan.

Pihak BRI menduga transaksi itu akibat ulah dari skimming dan aliran uang nasabah mengalir ke luar negeri. Di tingkat BRI pusat, juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Berita Populer: Rumah Termahal di Dunia, hingga Komentar Mahathir

Berita Populer: Rumah Termahal di Dunia, hingga Komentar Mahathir

Internasional
Kubu Jokowi-Ma'ruf Klaim Banyak Adopsi Visi-Misi Gus Dur

Kubu Jokowi-Ma'ruf Klaim Banyak Adopsi Visi-Misi Gus Dur

Nasional
Belasan Anak di Sukabumi Diduga Jadi Korban Kejahatan Seksual

Belasan Anak di Sukabumi Diduga Jadi Korban Kejahatan Seksual

Regional
Rotasi Pejabat di DKI, PNS Dapat Jabatan Lagi dan Plt Tambah Banyak

Rotasi Pejabat di DKI, PNS Dapat Jabatan Lagi dan Plt Tambah Banyak

Megapolitan
Menengok Fasilitas Penginapan Atlet Asian Para Games di Kemayoran

Menengok Fasilitas Penginapan Atlet Asian Para Games di Kemayoran

Megapolitan
Para Inisiator Hak Angket DPR Kembali Ungkit Kasus Century

Para Inisiator Hak Angket DPR Kembali Ungkit Kasus Century

Nasional
7 Suporter Tewas di Balik Laga Persib Vs Persija, Bobotoh dan JakMania Harus Belajar

7 Suporter Tewas di Balik Laga Persib Vs Persija, Bobotoh dan JakMania Harus Belajar

Regional
4 Fakta Kecelakaan Bus Rombongan SMK I PGRI, 2 Meninggal hingga Berwisata ke Bali

4 Fakta Kecelakaan Bus Rombongan SMK I PGRI, 2 Meninggal hingga Berwisata ke Bali

Regional
Bantahan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Tidak Tega Menampar Suporter hingga Video 'Sengaja' Diedit

Bantahan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Tidak Tega Menampar Suporter hingga Video "Sengaja" Diedit

Regional
Seorang Kakek Diduga Cabuli Teman Cucunya di Depok

Seorang Kakek Diduga Cabuli Teman Cucunya di Depok

Megapolitan
Fakta-fakta soal Penerobosan Rombongan Mobil Presiden di Tol Cimanggis

Fakta-fakta soal Penerobosan Rombongan Mobil Presiden di Tol Cimanggis

Megapolitan
Pendaftaran CPNS 2018 Dimulai Hari Ini, Sudah Siap?

Pendaftaran CPNS 2018 Dimulai Hari Ini, Sudah Siap?

Nasional
Bantu Keluarga Miskin, Seorang Polisi di Bengkulu Kumpulkan Sampah

Bantu Keluarga Miskin, Seorang Polisi di Bengkulu Kumpulkan Sampah

Regional
Politisi PSI: Bung Fadli Zon, Kreativitas Ada Batasnya....

Politisi PSI: Bung Fadli Zon, Kreativitas Ada Batasnya....

Nasional
Kejagung Kembali Jadwalkan Pemeriksaan Alex Noerdin dalam Kasus Dana Bansos Sumsel

Kejagung Kembali Jadwalkan Pemeriksaan Alex Noerdin dalam Kasus Dana Bansos Sumsel

Nasional
Close Ads X