Polisi Tangkap Pelaku Penipuan "Online" yang Mencatut Menteri Keuangan

Kompas.com - 12/03/2018, 19:36 WIB
Ilustrasi penangkapan Think StockIlustrasi penangkapan

MAKASSAR, KOMPAS.com - Tim Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel berhasil menangkap dua pelaku penipuan belanja online yang kerap mencatut nama pejabat kepolisian hingga Menteri Kuangan Sri Mulyani.

Dua pelaku masing-masing berinisial RG (29) dan A (29) yang merupakan petani asal Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Kedua pelaku menggunakan modus menawarkan telepon seluler di akun Facebook "Makassar Dagang" dengan menggunakan akun Facebook bernama Dedy Ardi Wiyanto.

Kedua pelaku pun mengirimkan gambar-gambar ponsel ke akun "Makassar Dagang" dengan harga di bawah standar atau miring. Korban yang tertarik dengan barang hendak dibelinya, kemudian melakukan transaksi melalui transfer.

Setelah uang masuk ke rekening pelaku, salah satu di antaranya kemudian menghubungi korban dengan menggunakan telepon dan mengaku sebagai petugas Bea dan Cukai. Pelaku ini mengaku menahan barang yang dibeli korban dengan alasan barang tersebut ilegal.

"Di situlah, pelaku lalu meminta sejumlah uang dengan alasan akan membantu korban dalam proses persidangan. Pelaku lain kemudian kembali menelepon dengan menggunakan nomor lain dan mengaku sebagai Kombes Polisi Yudhiawan Wibisono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Yudhiawan palsu mengatakan, dirinya bersama Menteri Sri akan membantu korban dalam hal pencairan dana," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani dalam konfrensi persnya, Senin (12/3/1018).

Baca juga : Rugi hingga Rp 90 Juta, Puluhan Ibu Rumah Tangga Diduga Jadi Korban Penipuan Arisan

Dicky mengungkapkan, salah satu dari sekian banyak korban telah tertipu hingga Rp 150 juta. Awalnya korban mentransfer uang jutaan rupiah, tetapi pemerasan dan penipuan selanjutnya mencapai ratusan juta rupiah.

"Kedua pelaku selain menipu juga memeras korbannya hingga beberapa kali. Atas peristiwa ini, korban yang berasal dari Kabupaten Sidrap ditemani anaknya melaporkan kasus penipuan dan pemerasan tersebut ke Markas Polda Sulsel di Makassar," tuturnya.

Setelah dilacak, sambung Dicky, kedua pelaku ditemukan di daerah Sidrap, yakni di Kampung Tanete, Dusun Tanete, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap dan di Jalan Singa, Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.

"Berdasarkan keterangan RG, penipuan tersebut awalnya dilakukan oleh temannya pria berinisial S yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO) selaku pemilik akun Facebook Deby Ardi Wiyanto. Sedangkan tersangka RG berperan sebagai petugas bea cukai dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan rekannya berinisial A mengaku sebagai Kasubdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono,” bebernya.

Baca juga : Penipuan Online, Seorang Guru Honorer Ditangkap Polisi

Dicky menambahkan, sindikat penipuan ini sudah beraksi selama dua tahun dan telah menipu beberapa korban yang mencapai ratusan juta rupiah.

"Kedua tersangka dijerat pasal 28 ayat 1 Jo pasal 36 Jo pasal 51 ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang transaksi informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun dan atau denda paling banyak Rp 12 miliar," tegasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X