Pelemparan Rokok ke Orangutan Dikhawatirkan Mengubah Kesehatan dan Perilakunya

Kompas.com - 09/03/2018, 17:33 WIB
Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto yang didampingi Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo serta Kepala Kesehatan dan Penelitian Kebun Binatang Bandung Dedi Trisasongko tengah menjelaskan peristiwa pelemparan rokok oleh pengunjung kepada orangutan di Kebun Binatang Bandung. KOMPAS.com/AGIE PERMADIKapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto yang didampingi Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo serta Kepala Kesehatan dan Penelitian Kebun Binatang Bandung Dedi Trisasongko tengah menjelaskan peristiwa pelemparan rokok oleh pengunjung kepada orangutan di Kebun Binatang Bandung.

BANDUNG, KOMPAS.com — Kepala Kesehatan dan Penelitian Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat, Dedi Trisasongko mengkhawatirkan adanya perubahan pola tingkah laku dan bahaya kesehatan orangutan bernama Ozon jika pelemparan puntung rokok oleh pengunjung ini dilakukan berulang dan diisap oleh orangutan spesies Kalimantan tersebut.

"Yang kami khawatirkan adanya perubahan perilaku orangutan tersebut jika hal itu (pelemparan rokok oleh pengunjung) terulang terus. Bahayanya terhadap perilaku dan kondisi orangutannya dari bagian kesehatan," ujar Dedi di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jumat (9/3/2018). 

Meski demikian, pihaknya menyebutkan, sejak Ozon datang ke Kebun Binatang Bandung pada tahun 2003, perilaku mengisap rokok yang dilakukannya baru pertama kali ini.

"Ini baru pertama," ujar Dedi.

Baca juga: Pelempar Rokok ke Orangutan di Kebun Binatang Bandung Serahkan Diri ke Polisi

Bahkan, setelah ada pelemparan rokok terhadap orangutan yang kini berusia 23 tahun itu, pihak kesehatan Kebun Binatang Bandung langsung memeriksanya secara langsung, baik dari perilaku maupun respirasinya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hasilnya tidak ada luka, baik dari api rokok dan lainnya. Tidak ada sesak napas atau batuk. Perilaku makan normal dan aktivitas normal," ujarnya.

Dedi menjelaskan, 97 persen genetika DNA orangutan mirip dengan manusia. Artinya, ketika orangutan mengisap rokok, maka efeknya akan berimbas pada kesehatan orangutan itu.

"Efeknya akan sama seperti halnya dengan kesehatan manusia," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, video yang memperlihatkan seekor orangutan tengah mengisap rokok di Kebun Binatang Bandung beredar media sosial. Video itu pertama kali diunggah oleh pemerhati satwa, Marison Guciano, lewat akun media sosial Facebook pribadinya.

Video berdurasi 59 detik itu memperlihatkan sejumlah pengunjung sedang melihat seekor orangutan. Tiba-tiba seorang pengunjung melempar rokok yang diisapnya secara sengaja ke orangutan. Sejurus kemudian, orangutan itu memungut lalu mengisap rokok tersebut layaknya manusia.

Baca juga: Pengelola Kebun Binatang Sebar Foto Pelempar Rokok pada Orangutan

Menanggapi hal tersebut, pengelola Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) telah melaporkan pengunjung yang diduga melemparkan rokok kepada satwa orangutan bernama Ozon.

Pelaku kemudian datang menyerahkan diri ke polisi. Atas perbuatannya, pengunjung yang diketahui berinisial DJ ini disangkakan Pasal 302 Ayat 1 huruf a KUHP tentang Penganiayaan terhadap Hewan dengan ancaman hukuman penjara selama tiga bulan atau denda sebanyak Rp 4.500.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X