Kompas.com - 08/03/2018, 18:00 WIB
Foto Yayasan Panti Asuhan Ummu Rabiya, Kelurahan Gebang Rejo Timur, Poso Kota, pada Kamis (8/3/2018). KOMPAS.com/MANSURFoto Yayasan Panti Asuhan Ummu Rabiya, Kelurahan Gebang Rejo Timur, Poso Kota, pada Kamis (8/3/2018).

POSO, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Poso, Sulawesi Tengah, membongkar kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh oknum guru mengaji sekaligus sebagai pengurus yayasan panti asuhan.

Pelaku berinisial F alias U (45), warga Kelurahan Gebang Rejo Timur, Kota Poso, pada Rabu (7/3/2018) dilaporkan oleh orangtua seorang korban ke Mapolres Poso atas dugaan pencabulan.

Polisi yang mendapatkan laporan tersebut langsung turun ke lokasi kejadian yang merupakan bangunan Panti Asuhan Ummu Rabiya yang juga tempat tinggal pelaku.

Kedatangan polisi ke lokasi itu bermaksud untuk mengamankan pelaku dari amukan massa. Namun, karena ketahuan, pelaku terlebih dahulu melarikan diri hingga menjadi buron polisi.

Baca juga: Pelajar SMP di Pekanbaru Diduga Jadi Korban Pencabulan di Sebuah Hotel

Kabag Ops Polres Poso AKP Anton Muhammad saat ditemui pada Kamis (8/3/2018) mengatakan, terbongkarnya kasus dugaan pencabulan oleh oknum guru mengaji tersebut atas laporan orangtua korban ke polisi.

Pelaku yang kini menjadi buron diduga telah melakukan aksi bejat terhadap sejumlah anak asuhan sekaligus murid mengajinya dan sudah berlangsung lama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Modus pelaku dalam menjalankan aksinya yaitu mengiming-imingi muridnya dengan memberikan tontonan di ponsel. Setelah korbannya menonton, sang guru cabul itu mulai menjalankan aksinya.

Selain mencabuli muridnya di dalam panti asuhan, dari pengakuan korban, pelaku juga melakukan aksinya saat membawa anak-anak ke tempat wisata pantai dengan alasan diajari berenang.

‘’Hingga saat ini baru dua orangtua korban yang datang melapor. Korban semuanya sudah kami lakukan visum dan terbukti adanya bekas pencabulan. Anak-anak bahkan trauma saat disebutkan nama pelaku yang selama ini mengasuh dan mengajari mereka mengaji di dalam yayasan panti asuhan,’’ ungkap Anton.

Baca juga: Anggota DPRD Bangkalan Dipenjara karena Kasus Pencabulan

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Bidang Pemberdayaan Anak Dinas Sosial Kabupaten Poso Muhammad Fuad Al-Amri sesusai mendatangi panti asuhan itu menyesalkan adanya tindak asusila yang dilakukan oleh pengurus yayasan.

Menurut dia, hal yang dilakukan oleh pelaku telah mencoreng nama baik yayasan panti asuhan, apalagi pelaku adalah guru mengaji yang tidak selayaknya harus terjadi.

‘’Kami sangat menyesalkan adanya kejadian tersebut. Saya berharap orangtua korban yang merasa anaknya ikut menimba ilmu di yayasan tersebut untuk memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum dan tidak main hakim sendiri. Semoga saja pelakunya cepat ditangkap,’’ ujar Fuad.

Pihak Dinas Sosial memastikan data sementara korban pencabulan telah mencapai delapan orang. Sebanyak enam orang baru melapor ke Dinas Sosial, sedangkan dua orang lainnya telah melapor ke Polres Poso.

Polisi dan pemerintah daerah berharap pelaku segera menyerahkan diri kepada pihak berwajib untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X