80 Persen Lokasi Wisata di Gunung Kidul Tak Ramah Penyandang Disabilitas

Kompas.com - 06/03/2018, 17:20 WIB
Pelajar berdiri di dekat panel surya yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik di Baron Technopark, kawasan Pantai Baron, Gunung Kidul, Yogyakarta, Selasa (5/6/2012). KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOPelajar berdiri di dekat panel surya yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik di Baron Technopark, kawasan Pantai Baron, Gunung Kidul, Yogyakarta, Selasa (5/6/2012).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Upaya Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, untuk mengembangkan pariwisata belum diimbangi dengan infrastruktur bagi penyandang disabilitas.

"(Obyek wisata) yang belum ramah disabilitas ada 80 persen," ujar Ketua Forum Komunikasi Disabilitas, Hardiyo di Bangsal sewoko Projo, Wonosari, Selasa (6/3/2018).

Dari beberapa yang sudah ia kunjungi, wisata yang ramah penyandang disabilitas hanya Baron Technopark, terletak di Parangtrucuk, Tanjungsari. Sementara di tempat lain seperti Pantai Baron dan Wediombo tidak ramah.

"Tidak perlu jauh-jauh, Taman Kota Wonosari dukungan untuk disabilitas masih kurang. Akses masuk menuju Taman Kota belum mendukung," imbuhnya.

(Baca juga : 1.000 Kamar Khusus Disabilitas Disiapkan di Wisma Atlet Kemayoran )

Hardiyo menilai, sarana pendukung untuk disabilitas perlu diberikan. Seperti tulisan berjalan atau running text untuk penyandang tuna rungu, petunjuk informasi braile bagi penyandang tuna netra, ramp dan handrail untuk tuna daksa.

"Kami berharap pemkab memerhatikan sarana pendukung ramah disabilitas," ungkapnya.

Yang tak kalah penting, sambung dia, adalah melibatkan penyandang disabilitas dalam perkembangan pariwisata, sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton.

"Memang ada rekan kami rasa percaya dirinya belum tumbuh, ini yang perlu diperhatikan. Padahal kemampuan banyak, yang punya bakat musik, nyanyi, kerajinan, ngukir topeng, tersembunyi belum terangkat. Mereka yang memiliki keahlian juga perlu difasilitasi dan diberdayakan menjadi tenaga pendukung pariwisata," ujarnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul, Hary Sukmono mengaku terus berupaya memberikan kemudahan bagi penyandang disabilitas untuk mengakses destinasi wisata maupun untuk memajang karyanya.

 

(Baca juga : Resital Piano, Ananda Sukarlan Bakal Duet dengan Anak Difabel)

"Kita terus berupaya memberikan pelayanan bagi saudara penyandang disabilitas. Seperti di Pantai Drini, Wediombo, TIC (tourist information center) Patuk, dan rencana nanti di Pantai Baron," ungkapnya.

Untuk TIC, dari 9 kios, salah satunya akan digunakan untuk memajang hasil karya penyandang disabilitas.

"Salah satu kios bisa digunakan untuk dimanfaatkan memajang produk yang dihasilkan teman-teman disabilitas. Bagi yang memiliki keahlian dalam memandu wisata misalnya dapat kami usulkan untuk menjadi pemandu wisata," pungkasnya.

Kompas TV Perekrutan orang dengan disabilitas di setiap SKPD merupakan kebijakan Pemkab Gorontalo sejak tahun 2017.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Meningkat Tajam, Risma Ungkap Peran Mobil PCR

Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Meningkat Tajam, Risma Ungkap Peran Mobil PCR

Regional
Masjid di Kota Bengkulu Kembali Gelar Shalat Berjemaah

Masjid di Kota Bengkulu Kembali Gelar Shalat Berjemaah

Regional
Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Regional
50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

Regional
Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: 'Tolong Jangan Cari Suami Saya'

Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: "Tolong Jangan Cari Suami Saya"

Regional
Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Regional
Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Regional
Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Regional
Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Regional
Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Regional
Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Regional
Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Regional
Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Regional
519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

Regional
Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X