Kompas.com - 06/03/2018, 16:46 WIB
Dedi Mulyadi menggendong Dede (35), pemuda penyandang disabilitas asal Bekasi yang sedang mengemis di pinggir jalan, Selasa (6/3/2018). KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHADedi Mulyadi menggendong Dede (35), pemuda penyandang disabilitas asal Bekasi yang sedang mengemis di pinggir jalan, Selasa (6/3/2018).

BEKASI, KOMPAS.com - Dede (35), warga Kampung Bojong, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, selama ini hidup dalam keadaan memprihatinkan karena keterbatasan fisiknya.

Sehari-hari dirinya berdiam diri di jalanan menjadi pengemis mengandalkan belas kasihan warga yang melintas di pinggir jalan kecamatan dekat rumahnya.

Dirinya tak menyangka bertemu calon wakil gubernur Jabar Dedi Mulyadi, yang menghampiri dan menggendongnya untuk tak berada di pinggir jalan, Selasa (6/3/2018).

Dedi memberhentikan mobilnya. Ia melihat seorang pemuda dengan fisik tak sempurna, duduk di tepi jalan dengan padatnya lalu lalang kendaraan.

"Saya juga ingin hidup normal dan memiliki usaha sendiri pak. Sekarang penghasilan saya tak seberapa sih pak setiap harinya, kadang Rp 20.000 sampai Rp 50.000. Uang tersebut saya tabung di salah satu tetangganya. Dede juga ingin kawin dan memiliki warung agar bisa memiliki penghasilan tetap," ungkapnya di hadapan Dedi.

(Baca juga : Ketika Dedi Mulyadi Tantang Petani Adu Cepat Menyabit Padi di Sawah )

Ombeng (68), sang ayah mengaku, selama ini tak tega melihat anaknya meminta-minta di pinggir jalan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tidak tega sebenarnya pak. Selain karena berbahaya, takutnya terjadi kecelakaan, selama ini penilaian orang tentu tidak baik. Sedangkan saya sendiri sudah tidak bisa bekerja mengingat usia sudah tua," ujarnya.

Mendengar keluhan tersebut, Dedi akan meminta para koleganya untuk mengatasi permasalahannya selama ini. Terlebih dirinya sudah tak bisa membantu secara langsung mengingat dirinya sebagai salah satu calon.

"Saya tidak bisa membantu lebih jauh. Karena peraturan perundang-undangan melarang. Tetapi kita cari solusinya bersama-sama agar bapak dan Dede bisa memiliki penghasilan sebagaimana mestinya tanpa harus meminta-minta di pinggir jalan," ungkap dia.

(Baca juga : Tangis Eka Saat Bertemu Ayahnya di Rumah Dedi Mulyadi )

Dedi menambahkan, permasalahan seperti ini harus segera diselesaikan. Mengingat mencari nafkah di pinggir jalan selain berbahaya juga rentan terkena penyakit.

"Politik memang penting, tapi penyelesaian masalah jauh lebih penting," ungkapnya.

Dedi pun mengingatkan Dede, kalau perbuatannya selama ini berbahaya terserempet mobil. Dedi pun mengantarkan Dede, dengan menggendong kembali ke rumahnya yang tak jauh dari jalan tersebut. 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.