Dedi Mulyadi Pantau Mediasi Kasus Anak Gugat Ibu Kandung di PN Bandung

Kompas.com - 06/03/2018, 12:51 WIB
Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berada di seberang Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (6/2/2018). KOMPAS.com/ IRWAN NUGRAHACalon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berada di seberang Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (6/2/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memantau proses persidangan Cicih (78), warga Jalan Embah Jaksa, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, yang digugat empat anak kandungnya gara-gara menjual warisan almarhum suaminya yang telah dihibahkan kepadanya.

Dedi berharap ada titik temu pada proses persidangan di Pengadilan Negeri Bandung yang telah masuk jalur mediasi antara penggugat dan tergugat.

“Saya melihat kalau hari ini tidak ada titik temu, saya akan temui pihak keluarga penggugat untuk diskusi mencari titik temu yang rasional,” kata Dedi di PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (6/3/2018).

Lebih lanjut Dedi menambahkan, proses persidangan dipastikan menyiksa batin dan pikiran Cicih yang usianya sudah renta. Untuk itu, Dedi mengaku akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas dengan cara melakukan negosiasi kepada pihak penggugat.

“Kalau ditemukan ada angka nilainya sekian, daripada menyiksa batin ibunya, saya akan mengajak berbagai pihak untuk membantu. Saya yakin bakal selesai karena banyak yang memiliki empati,” tuturnya.

Baca juga : Dedi Mulyadi Bantu Ibu yang Digugat 4 Anaknya di Bandung

Dedi mengatakan, penyelesaian kasus anak gugat ibunya tidak perlu bertele-tele lagi. Dengan meminta bantuan dari berbagai pihak, dia berjanji akan membayar kerugian penggugat dengan nilai rasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tinggal hitung saja sisi aspek waris berapa yang dibagi. Yang penting hitung saja dulu objeknya. Daripada sidang-sidang terus, kasihan ibunya. Saya tidak akan kasih gratis, tapi tetap harus rasional,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Cicih (78), warga Jalan Embah Jaksa, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, digugat empat anak kandungnya gara-gara menjual warisan almarhum suaminya yang telah dihibahkan kepadanya.

Keempat anak tersebut yakni Ai Sukmawati, Dede Rohayati, Ayi Rusbandi, dan AI Komariah. Adapun total gugatan terdiri atas gugatan materil Rp 670 juta yang terdiri dari harga bangunan senilai Rp 250 juta dan harga tanah Rp 5 juta per meter.

Untuk imateril, berupa kehilangan hak subjektif yaitu hak atas harta kekayaan, kehilangan kepastian hukum, dan kehormatan di masyarakat, yang dinominalkan sebesar Rp 1 miliar. Gugatan itu tercatat dalam Perkara Perdata Nomor: 18/PDT.G/2018/ PN BDG.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
TIPS, TRIK, DAN TUTORIAL
5 Mitos dan Fakta Meninggalkan Anak dalam Mobil yang Tertutup
5 Mitos dan Fakta Meninggalkan Anak...
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.