Kompas.com - 06/03/2018, 12:11 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan sejumlah menteri Kabinet Kerja menghadiri upacara ngaben Keluarga Kerajaan Puri Ubud di Puri Agung Ubud, Gianyar, Jumat (2/3/2018). ANTARA News/Dyah Dwi AMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan sejumlah menteri Kabinet Kerja menghadiri upacara ngaben Keluarga Kerajaan Puri Ubud di Puri Agung Ubud, Gianyar, Jumat (2/3/2018).

UBUD, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ikut menghadiri upacara Ngaben Anak Agung Niang Agung, permaisuri Kerajaan Puri Ubud, Gianyar, Bali, 2 Maret lalu.

Dia duduk di balai yang posisinya lebih tinggi daripada warga dan turis yang datang untuk menyaksikan upacara Ngaben yang disebut termegah di Bali.

Di balai itu, Susi duduk bersama presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Jaksa Agung Prasetyo, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

(Baca juga: Perjuangan Kakak Beradik Selamatkan Balita yang Disekap Ayah Tiri di Hotel)

Tak pelak, Susi dan pejabat lainnya menjadi sasaran warga yang ingin berfoto bersama. Berkali-kali namanya dipanggil agar melihat ke arah bawah sehingga warga dan turis yang datang bisa berswafoto dengan latar belakang dirinya.

"Dari bawah saja bisa, saya bisa begini," ungkap Susi sambil berpose di balai menopang dagu dengan tangan lalu melambaikan tangan sambil tersenyum.

Tak hanya minta foto, Susi juga sibuk meladeni pertanyaan warga terkait tatonya, misalnya. Ribuan orang tumpah ruah di Puri Ubud untuk mengikuti momen Ngaben yang disebut terbesar di Bali itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Susi lalu sempat mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan selama mengikuti acara tersebut.

"Ingat, yang buang sampah sembarangan tenggelamkan!" kata dia.

(Baca juga: Viral, Foto Bangkai Harimau Sumatera dengan Usus Terburai Digantung)

Prosesi upacara ngaben Anak Agung Niang Agung dilaksanakan pada hari baik yang sudah ditentukan oleh pendeta dan disepakati oleh para penglingsir puri mulai pukul 12.00 Wita.

Ngaben dengan bade setinggi 27,5 meter dan berat sebesar 11 ton tersebut merupakan ngaben terbesar di Bali dan dicatat sebagai rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.