Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/03/2018, 21:54 WIB


BANDUNG, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengajak alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk terjun ke dunia politik. Hal itu dikatakan Ridwan seusai menghadiri acara Dies Natalis ke-59 ITB di Aula Barat ITB, Jalan Tamansari, Bandung, Sabtu (3/3/2018).

"Saya mah sebagai alumni kebetulan jurusan arsitektur, dosen juga, tapi sudah mengundurkan diri, saya angkatan '90. Mengajak alumni-alumni ITB untuk terjun seperti saya dari dunia zona nyamannya ke dunia yang mengurusi umat, mengurusi warga, dan mengurusi rakyat," ucap Ridwan.

Pria yang akrab disapa Emil itu mengatakan, dari ratusan kepala daerah di Indonesia, hanya satu persen yang merupakan lulusan ITB.

"Jadi dari 500 kepala daerah yang alumni 'gajah' ini (ITB) hanya satu persen. Jadi republik ini dipimpin 99 persen bukan alumni ITB. Tapi, komplain-komplain paling dahsyat datang dari alumni-alumni ITB. Jadi jika ingin punya masa depan Indonesia yang lebih baik, bergabunglah dengan saya kaum minoritas di republik ini," ujarnya.

Baca juga: Ini Misi Utama yang Akan Dibawa Ridwan Kamil dalam Pilkada Jabar

Emil menilai, banyak sosok potensial di ITB yang mampu turun ke dunia politik untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan negeri.

"Dengan ilmunya di ITB, insya Allah pola pikir yang diperoleh di kampus ini bisa menjadi bekal menyelesaikan masalah besar di masyarakat, itu saja pesannya," tuturnya.

Selain itu, Emil berpendapat, ITB telah banyak memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah dari para lulusannya yang kini bekerja di pemerintahan, peneliti, pengajar, dan beragam sektor lapangan kerja lainnya.

"Kontribusi ITB terhadap pemerintah banyak, menteri-menteri sebagian dari ITB, anggota DPR-nya. Apalagi ITB sudah bergeser menjadi universitas riset dan entrepreneur. Jadi lulus tidak hanya ikut ke orang, tapi menjadi individu yang mempekerjakan rakyat dengan keilmuan ITB," jelasnya.

Baca juga: Dukung Ridwan Kamil, Alumni UC Berkeley AS Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Kompas TV Pelapor adalah belasan warga Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.